10 hari tersisa menjelang pertarungan paling dinanti saat ini antara petinju tajir, Floyd Mayweather dan petinju Filipina Manny pacquiao. Ditengah hitungan hari tersebut, Bob Arum, promotor Top Rank yang merupakan promotor Manny Pacqiao mengungkapkan kontrak pertarungan kedua petinju tersebut belum ditandatangani.
Sementara kedua petinju tengah memasuki persiapan akhir pertarungan tersebut, Arum mengatakan kontrak tersebut belum selesai. Menurutnya, kontrak yang dia terima pada 15 April lalu berbeda dengan kontrak yang dia sepakati beberapa bulan sebelumnya dengan promotor Floyd Mayweather, Mayweather Promotions dan MGM selaku pihak penyelenggara.
Tiket mega tarung ini juga belum dijual ke publik, ditengarai hal ini menjadi salah satu penyebabnya.
"Kami setuju untuk menandatangani draft kontrak final tersebut, lalu mereka mengirimkan draftnya tapi tak ada kami di situ," kata Bob Arum seperti dilansir ESPN.
Dengan tidak menandatangani kontrak, Top Rank tidak akan memiliki kontrol terhadap keputusan yang terjadi selama pertarungan termasuk video dan musik selama pertarungan.
"Entah mereka, Mayweather dan MGM, telah melakukan kesepakatan sebelum atau sesudah melakukan kesepakatan dengan kami, yang pasti mereka menipu kami," ucapnya.
Sementara CEO Mayweather Promotions, Leonard Ellerbe, membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, Bob Arum lah yang ingkar terhadap perjanjian yang telah dibuat beberapa bulan lalu.
"Justru dia yang bersekongkol dengan pengacaranya untuk mengubah draft kesepakatan. Bob tak bersedia menepati perjanjian yang dibuat beberapa bulan lalu, yang membuatnya tak memiliki kendali," kata Ellerbe.