Kekalahan Pacquiao, Kemenangan Rakyat Filipina

Minggu, 3 Mei 2015 22:05 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:

Manny Pacquiao menelan pil pahit saat berhadapan dengan Floyd Mayweather. Meski tampil lebih agresif, petinju berjuluk Pacman itu mendapat nilai lebih kecil daripada lawannya dengan 118-110, 116-112, dan 116-112.

MGM Grand Arena, Las Vegas, yang menjadi tempat berlangsungnya mega tarung tersebut memang dipenuhi sorak gembira para pendukung Mayweather. Namun lebih dari 11.748 km dari MGM Grand Arena, nama pacquiao bergema di udara Filipina.

Laga ini memang telah menyedot perhatian 130 juta penduduk negeri lumbung padi tersebut. Pemerintah sampai meminta masyarakatnya mematikan kulkas selama duel berlangsung untuk menghindari listrik padam di seluruh negeri. 

Mereka pun menggelar nonton bareng yang dipadati ribuan penduduk. Pertarungan ini memang tak sekedar duel Mayweather kontra Pacquiao. Di dada setiap penduduk Filipina yang menyaksikan duel ini, terjadi pertarungan melawan dominasi barat yang congkak. Dada mereka bergelora karena pertarungan Pacquiao melawan petinju Amerika itu menjadi bukti bahwa orang kecil dari negara miskin seperti mereka pun mampu sejajar dan memberi perlawanan sengit.

Pasca topan Haiyan yang melibas Filipina 2013 lalu memang menambah buruk kemiskinan di negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua se-Asean, setelah Indonesia ini. Meski pertumbuhan ekonominya mengalami lonjakan, tingkat kemiskinan pun naik 1,2 persen menjadi 25,8 persen awal semester tahun lalu. 

Prospek masa depan Filipina saat ini masih bergantung dari performa ekonomi dua partner dagang utama mereka, Amerika Serikat dan Jepang. 

Karenanya dibalik kekalahan Pacquiao atas Mayweather, terselip harapan dan mimpi pada tiap penduduk Filipina untuk keluar dari kesulitan dan tampil percaya diri bahkan untuk menghadapi raksasa sekalipun. 

Pacquiao telah menginspirasi penduduk Filipina, dan President Benigno Aquino pun berterimakasih padanya untuk ini. Meski ada tangis dan kekecewaan mendalam karena gagal menjadi juara, Pacquiao telah dan tetap menjadi pahlawan bagi penduduk Filipina.  

"Dia bertarung untuk kehormatan, bukan untuk poin," ucap juru bicara Benigno Aquino. 

4