Legenda Filipina, Pacquaio, akan tampil di atas ring untuk yang terakhir kalinya pada akhir pekan ini. Sebelum memutuskan untuk gantung sarung tinju, pria 37 tahun itu bertekad menaklukan Bradley di MGM Grand.
Pertandingan ini nantinya diyakini akan berjalan sengit lantaran kedua petinju itu memiliki head to head sama kuat, yaitu saling mengalahkan. Namun, pada pertemuan terakhir di bulan April tahun 2014, petinju asal Filipina tersebut takluk dari pria kelahiran California tersebut.
Akan tetapi, Pacquiao menang mutlak atas Bradley saat keduannya bertemu pada 2012 silam. Kekalahan itu sekaligus menjadi yang pertama untuk pria asal Amerika tersebut selama 35 pertandingannya di karier profesional.

Manny Pacquiao menyapa fans setelah tiba di MGM Grand Hotel-kasino di Las Vegas.
Hal tersebut tentu akan mendorong Bradley untuk menaklukan Pacquiao di laga terakhirnya, dan memastikan pria bertinggi badan 1,66cm tersebut menutup karier dengan kesengsaraan.
Kendati dikabarkan ini menjadi laga terakhirnya, Pacquiao masih menolak untuk memastikannya. Sebab, dia masih mempertimbangkan untuk ikut terlibat di Olimpiade Rio pada tahun ini.
“Saya tidak mengatakan ya atau tidak. Saya tidak menutup pintu. Saya harus berpikir tentang hal itu (Olimpiade),” ujar Pacquiao, seperti dikutip Daily Mail.

Timothy Bradley menjawab pertanyaan dari awak media.
Di tengah-tengah isu akan pensiunnya Pacquiao, ada satu sosok yang akan merindukan petinju Filipina tersebut jika benar gantung sepatu. Dia adalah Freddie Roach, pelatih yang telah membantu sang pemain selama bertahun-tahun.
“Terus terang saya pasti akan sangat merindukan Pacquiao jika benar-benar pensiun. Karena kami telah bersama-sama dalam waktu yang lama dan saya akan tetap mengunjunginya di Filipina serta akan menjadi teman seumur hidupnya," ujar Roach.