Pada September 2016 lalu, petinju asal Skotlandia, Mike Towell harus meregang nyawanya usai pertandingan. Hal itu menyusul pendarahan dalam otak yang ia alami usai menerima pukulan bertubi-tubi dari lawannya.
Kematian Towell ini pun menjadi cambuk bagi organisasi tinju di seluruh dunia untuk segera mencari cara pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.
Sebuah solusi nyata ternyata sudah ditemukan oleh organisasi tinju Inggris,The British and Irish Boxing Authority (BIBA). Solusi itu adalah dengan penggunaan alat scan kepala yang digunakan untuk mendeteksi pendarahan dini dalam kepala petinju.

BIBA mencanangkan penggunaan alat scan kepala untuk para petinju.
Wakil Presiden BIBA, Gianluca Di Caro menyebut langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian BIBA kepada kesehatan para petinju.
"Ini bukan demi kami, melainkan untuk mereka (para petinju). Jika ada petinju yang mulai mengalami sakit kepala, dia perlu tahu jelas kondisinya dan untuk itu perlu diadakan scan. Terkadang kami harus bergerak cepat untuk menjamin keselamatan para petinju," tutur Di Caro seperti dilansir BBC Sport.
Rencananya, penggunaan alat scan kepala ini akan mulai digunakan dalam pertarungan tinju mulai 22 Februari 2017. Satu-satunya kendala dalam penggunaan alat scan kepala ini adalah jumlahnya yang terbatas.
Meski begitu, Di Caro menyebut pihaknya optimis dalam waktu dekat jumlah tersebut akan bertambah dan ia pun akan segera mencari sponsor untuk membiayai pengadaan alat scan kepala tersebut.