Protes Keabsahan Pemain

4 Tim Putri Ancam Livoli

Rabu, 16 Oktober 2013 23:25 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Ancaman empat tim putri sebagai reaksi berkelanjutan dari protes terhadap keabsahan Aprilia Manganang yang memperkuat tim Alko Bandung.

Keempat tim putri yang mengancam mundur adalah juara bertahan Surabaya Bank Jatim, finalis Livoli 2012 Petrokimia Gresik, Mabes TNI dan Wahana Express.

Kasus keabsahan Aprilia terdengar dari protes sejumlah klub peserta sebelum Livoli bergulir. Hingga pelaksanaan kompetisi Minggu (13/10), Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tidak bereaksi.

Alko Bandung tetap menurunkan Aprilia saat melawan Mabes TNI dan Surabaya Bank Jatim. Kehadiran Aprilia tidak berpengaruh banyak karena Alko tetap kalah 2-3 dari Mabes TNI dan Surabaya Bank Jatim.

Pelatih Surabaya Bank Jatim Mashudi mengatakan timnya sangat serius dengan ancaman mundur dari Livoli, jika keabsahan Aprilia Manganang tidak tuntas.

"Kalau Alko tetap memainkan Aprilia di pertandingan berikutnya, kami langsung mundur dan pulang ke Surabaya. Selain kami, Petrokimia Gresik dan dua klub lain juga akan mundur," tegas Mashudi.

Mashudi mengungkap Aprilia tidak layak tampil di kelompok putri karena hasil pemeriksaan medis menyebutkan hormon yang terkandung dalam tubuh Aprilia cenderung mengarah ke laki-laki.

Machfud Irsyada dari tim dewan hakim Livoli 2013 menegaskan pihaknya tidak berhak memutuskan status Aprilia karena sesuai regulasi dewan hakim hanya memutuskan masalah di pertandingan.

"Selama tidak ada surat keputusan apapun dari PBVSI, dewan hakim tidak berani mengambil keputusan. Kami memang mendapat protes dari sejumlah tim, tapi kami tidak memiliki wewenang apapun,” jelas Machfud.