Tim asuhan Eko Waluyo itu kalah dalam tiga set langsung 25-15, 25-22 dan 25-11 yang membuatnya tidak bisa beranjak dari urutan lima klasemen sementara Proliga 2015 dengan nilai 8.
Sementara bagi Jakarta Electric PLN, kemenangan ini membuatnya mendapatkan nilai 3 sehingga menambah koleksi angkanya menjadi 21 dan mengamankan jalannya untuk lolos ke empat besar.
Pelatih Jakarta Bank BNI, Eko Waluyo, mengatakan timnya kalah dalam pertandingan ini karena terlalu ragu dalam mengambil bola, sehingga mengganggu kerja sama tim.
"Sejak awal saya katakan kepada pemain, agar tidak ragu atau takut dalam mengambil bola. Ketakutan ini membuat permainan kami kurang optimal dan kalah," katanya.
Sementara, Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN, Risco Herlambang, mengakui kemenangan yang didapat anak asuhnya karena lawannya bermain buruk, sehingga terlalu mudah dalam memperoleh poin, khususnya di set pertama.
Meski demikian Risco tidak terlalu bangga dengan kemenangan timnya, karena secara keseluruhan blok sejumlah pemain masih terlihat belum rapi.
Namun, hadirnya pemain baru asal China, Liu Mengya, menambah motivasi bermain tim sehingga kerja sama terlihat bagus dibanding saat putaran pertama.