Sempat kecurian di set pertama, Jakarta BNI merebut set ke-dua, tiga, dan empat untuk memastikan kemenangan mereka dan membuat mereka berada di peringkat kedua klasemen sementara putaran dua.
Kecolongan pada set pertama, tosser kawakan Jakarta BNI 46, Loudry Maspaitella mengatakan bahwa timnya terlalu banyak melakukan kesalahan. "Set pertama lebih kepada kesalahan sendiri. Terakhir-terakhir kan kita juga ngejar tuh, cuma sudah terlalu jauh (skor)," terang Loudry kepada INDOSPORT.
Lebih jauh dia menjelaskan, tanpa kehadirannya di lapangan, ia meyakini bahwa tim voli putra Jakarta BNI 46 pasti menang. Karena menurutnya, tim ini mempunyai teknik individu yang mumpuni, dan hanya butuh kekompakan.
"Tim ini secara teknik lumayan individunya, yang harus dibenahi kerjasama tim. Lebih mematangkan kerjasama, cuma masalah kestabilan. Artinya harus ada yang ngebawa tim ini, supaya kalau lagi ketekan tidak langsung mati," kata Loudry
Kerap digantikan oleh Mahendra R Buana, Loudry berkomentar bahwa itu adalah salah satu bagian dari strategi yang diterapkan oleh Gordon Myforth, bukan karena masalah stamina.