Samator yang tampil digdaya dengan meraih kemenangan set pertama dan kedua, harus kehilangan set ketiga. Keunggulan pada dua set pertama membuat pasukan Samator terlalu percaya diri dan lengah pada set ketiga.
Tapi beruntung tim asal Jatim itu bisa mengamankan set keempat dengan menutup dengan skor 25-18 sekaligus membukukan kemenangan 3-1.
"Secara teknis pemain bermaterikan tenaga muda. Akibat menang di awal-awal, mereka cenderung lengah dan menganggap enteng lawan, sehingga harus dibayar kehilangan set ketiga," kata pelatih Samator Ibarsyah Djani Tjahyono.
Ia menyebutkan pertandingan lawan Jakarta BNI 46 sulit karena kedua tim memiliki materi pemain yang berimbang. Bahkan timnya sempat jatuh mental, sebelum akhirnya bisa bangkit lagi.
"Seperti melawan diri sendiri, 50 persen lawan tim, 50 persen lawan mental," tambah Ibarsyah.
Pada set pertama, kedua tim bermain bagus. Namun petaka menimpa spiker BNI 46 Adi Firmansyah terjatuh saat melakukan blocking serangan Samator. Akibatnya ia mengalami cedera dan harus diganti.
Pelatih BNI 46 Gordon Myforth mengatakan, kekurangan fokus adalah salah satu penyebab kurang baiknya permainan BNI.
"Serangan dan smash pemain kami jadi gampang terbaca lawan. Pada pertandingan berikutnya kami akan bertanding lebih baik," katanya.
Spiker BNI 46 Loudryan Maspaitela mengatakan, pertandingan kali ini memberikan pressure yang cukup berat. "Tekanan mental pasti ada. Kuncinya bukan di tim lawan, tapi di tim sendiri. Kalo kita siap secara teknis dan non teknis ya bisa dipastikan akan bermain bagus," tandasnya.