Sutrisno menjelaskan bahwa timnya saat ini sangat siap untuk menghadapi kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air itu. Bahkan dia menjanjikan, baik tim putra maupun tim putri akan menampilkan permainan yang lebih taktis dan memukau.
Walau menargetkan juara, mereka tidak akan menganggap remeh calon-calon lawan yang akan dihadapinya nanti. Terlebih, pihak tim manajemen telah melakukan evaluasi dan pemetaan calon-calon lawan kuat yang bakal mereka hadapi.
"Di luar juara bertahan (Elektrik PLN), Samator di tim putra jelas tidak bisa dianggap remeh, karena tim ini telah terbiasa berlatih sepanjang tahun. Untuk tim putri, (PGN) Popsivo juga bisa menjadi ganjalan bagi tim putri," jelas Sutrisno memprediksikan peta kekuatan tim lawan.

Tim putra Jakarta Pertamina Energi.
Bersiap menjalani musim 2016, tim Jakarta Pertamina Energi juga telah menjalani pemusatan latihan selama enam pekan atau lebih dari satu bulan.
Bahkan untuk tim putra, mereka telah melakukan latih tanding sebanyak tiga kali dengan beberapa tim-tim kuat seperti Pelatda PON Jabar, Bank Jabar, dan PON Kalteng yang pertandingan berhasil mereka menangkan semua.

Tim putri Jakarta Pertamina Energi.
Untuk komposisi pemain asing, Jakarta Pertamina Energi bahkan menggunakan pemain yang kerap turun dalam ajang Olimpiade, yaitu Lagon Tom yang berasal dari negara Amerika Serikat.
"Pemain asing putra diisi oleh Yosvany Hernandez Cadonell di posisi open spike dan Stephen Nash posisi open spike. Untuk putri kami akan diperkuat oleh Marianne Steinbrecher dan Lagon Tom yang beberapa kali bermain di Olimpiade," tuntasnya.