Hardiknas, Pevoli Cantik Ini Sependapat dengan Ahok

Senin, 2 Mei 2016 17:19 WIB
Editor:
 Copyright:

Di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berpendapat bahwa penyelenggaraan pendidikan di Indonesia saat ini sudah saatnya bebas dari diskriminasi.

"Kalau kita mau gunakan kalimat yang sederhana, kalau ada pendidikan, tidak boleh ada diskriminasi. Itu yang kita lakukan di Jakarta sekarang," ucap Ahok seperti dikutip dari salah satu media nasional.

Pendapat orang nomor satu di DKI Jakarta itu diamini oleh salah satu atlet voli putri, Dian Wijayanti. Dian setuju bahwa tak boleh ada diskriminasi di bidang pendidikan.

“Setuju sekali, tetapi pemerintah kalau bisa jangan cuma ngomong doing. Dahulu juga digratiskan kaya ada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) gitu kan, tapi malah embel-embel pembayaran yang lain nya tambah banyak,”ucapnya saat dihubungi INDOSPORT.


Pose Dian Wijayanti di luar lapangan.

Terkait profesinya sebagai seorang atlet, Dian tak menepis pentingnya mendidikan bagi mereka. Malah ia menganjutkan agar pendidikan dan prestasi itu harus seimbang.

“Pendidikan itu sangat penting, bisa dibilang itu penting banget. Tetapi bagi kita yang atlet kan kan jalurnya di non akademik, bukan di akademik. Jadi kalau bisa itu harus balance [prestasi dan pendidikan]. Karena kita juga gak selama jadi atlet kan, jadi harus punya ilmu pengetahuan juga,” tuturnya lebih lanjut.

Dian Wijayanti merupakan atlet voli yang saat ini membela tim Jakarta Elektrik PLN. Pemain 21 tahun ini baru saja mengantarkan timnya meraih kemenangan atas Jakarta PGN Popsivo Polwan pada laga terakhir babak final four kompetisi Pertamina Proliga 2016 di GOR C-Tra Arena Bandung, dengan skor 3-1.