Memasuki tahun ke-16 bergulirnya ajang Proliga, ada dua tim yang kembali berlaga di ajang tertinggi bola voli Indonesia ini, yakni Jakarta BNI Taplus dan Bandung Bank BJB. Kehadiran dua tim ini membuat peserta kompetisi bertambah sehingga persaingan akan semakin ketat.
“Kedua tim itu sebenarnya bukan tim yang baru ikut pada tahun ini. Jakarta BNI Taplus dan Bandung Bank BJB adalah pemain lama yang baru ikut kembali,” jelas Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty.
Total ada enam tim putra dan tujuh tim putri yang akan bersaing menjadi terbaik di masing-masing kategori.

Pertandingan voli antaran Pertamina Energi melawan BNI 46.
Sementara itu delapan kota besar dipercaya menjadi tuan rumah untuk menggelar ajang Proliga yakni, Malang di GOR Ken Arok (27-29 Januari), Palembang di Gedung PSCS (3-5 Februari), Batam di GOR Temenggung Abdul Jamal (10-12 Februari), Gresik di GOR Tri Dharma (3-5 Maret), Surabaya di GOR Kertajaya (10-12 Maret), Solo di GOR Sritex Arena (7-9 April), Bandung di GOR C-Tra Arena (14-16 April) dan Yogyakarta di GOR Amongrogo (23 April 2017).
Kota Batam menjadi tuan rumah anyar menyusul bergabungnya klub Batam Sindo BVN (musim lalu bernama Bekasi BVN). Adanya tempat pelaksanaan baru tersebut pun disambut antusias oleh Hanny. Ia menilai bahwa hal tersebut membuat kompetisi bisa dinikmati oleh semua masyarakat dan bisa membantu proses pembinaan sehingga berjalan merata di setiap kota di Indonesia.

Pertandingan PGN Popsivo vs Jakarta BNI 46.
“Dengan adanya tim tempat baru ini menunjukkan bahwa Proliga ini terus berkembang. Kita menggunakan adanya pemerataan agar Proliga semakin bisa dinikmati oleh masyarakat banyak, sehingga dengan demikian pembinaan pun merata,” ujarnya saat ditemui awak media di kantor pusat PP Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Pancoran, Jakarta.
Berikut klub peserta Proliga 2017 :
Putri : Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, Gresik Petrokimia, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Batam Sindo BVN, Jakarta BNI Taplus dan Bandung Bank BJB.
Putra : Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta BNI Taplus, Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank Sumsel Babel, Batam Sindo BVN dan Jakarta Elektrik PLN.