Perjalanan Maxi Nahak di PON Jabar kali ini bisa dikatakan tidak dinaungi Dewi Fortuna. Maxi yang turun di wushu nomor sanda (tarung) gagal lolos dari babak penyisihan meski berhasil menghajar lawannya asal Kalimantan Timur hingga Knock Out (KO).
"Saya kalah angka, padahal lawan saya sudah KO tapi pas di akhir ronde ketiga, jadi tidak bisa dihitung oleh wasit. Lawan saya jatuh dan waktu pas habis juga, jadi saya tetap kalah angka," ungkapnya kepada INDOSPORT.
Maxi sendiri merupakan atlet multitalenta dimana ia juga berprofesi sebagai petinju profesional dan pemegang rekor nasional di cabang olahraga muay thai kelas 64 kg. Hal itu pula yang membuat pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ingin menjadi seorang pelatih.

"Harapan saya dengan pengalaman berlatih dan bertanding di luar negeri, saya ada keinginan jadi pelatih untuk membagi pengalaman dengan adik-adik muda di NTT," tutur pria yang kesehariannya juga menjadi seorang security.
Sementara itu, usai tampil di PON Jabar 2016, Maxi juga mulai mempersiapkan diri menghadapi pertarungan pertama untuk mempertahankan gelar juara WBC yang diraihnya beberapa waktu lalu. Laga itu diadakan, dalam rangka memperingati HUT Kota Kupang, NTT, pada 20 Desember mendatang melawan petinju dari Australia.