x

Indonesia Masuk Grup ‘Neraka’ di Piala Thomas dan Uber, Begini Komentar PBSI

Sabtu, 2 April 2022 08:56 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Subhan Wirawan
Thomas dan Uber Cup.

INDOSPORT.COM – PBSI menanggapi hasil undian putaran final kualifikasi grup Piala Thomas dan Uber 2022, di mana Indonesia masuk di grup neraka alias tidak mudah.

Ajang lambang supremasi bulutangkis beregu putra dan putri yang bertajuk Piala Thomas dan Uber 2022  sebentar lagi akan kembali bergulir.

Baca Juga

Para atlet bulutangkis Indonesia dan sejumlah negara lain tentunya bakal ambil bagian di Piala Thomas dan Uber 2022 yang berlangsung di Bangkok, Thailand pada 17-22 Mei mendatang.

Undian putaran final kualifikasi grup Piala Thomas & Uber 2022 baru saja berlangsung di Bangkok, Thailand hari Jumat (01/04/22).

Tim putri atau Uber melakukan drawing lebih dulu, di mana Indonesia bergabung dengan Grup A di Piala Uber 2022.

Grup A sendiri terdiri dari lawan yang cukup sulit. Yakni ada Jepang, Prancis dan juga Jerman.

Baca Juga

Begitu pula dengan tim putra, yang juga tergabung di grup unggulan yakni Grup A di Piala Thomas 2022.

Indonesia yang datang dengan status juara bertahan sekaligus unggulan pertama dihadang lawan berat seperti Korea Selatan, Thailand dan Singapura.

Dengan Piala Thomas dan Uber kali ini hanya berjarak enam bulan dari edisi terakhir yang digelar di Aarhus Denmark, Oktober tahu lalu, PBSI melihat bahwa peta kekuatan lawan untuk edisi kali ini tak jauh berbeda.

Baca Juga

“Hasil undian (Piala Thomas dan Uber 2022) ini tidak mudah ya, baik untuk tim Thomas maupun tim Uber. Kekuatan memang hampir sama dengan tahun lalu karena rentang waktunya tidak terlalu lama,” ujar Rionny Mainaky, selaki Kabid Binpres PBSI, dilansir dari laman resmi PBSI, Sabtu (02/04/22).


1. Peta Kekuatan Lawan Indonesia di Piala Thomas & Uber 2022

Thomas dan Uber Cup.

Untuk Piala Thomas, Rionny melihat bahwa Korea, Thailand dan Singapura yang akan menjadi lawan Indonesia memiliki kekuatannya masing-masing.

Namun, Rionny menekankan bahwa tim putra Merah Putih harus berkaca pada kesuksesan mereka saat meraih trofi tahun lalu, di mana mereka mampu fokus bermain mulai babak pertama sampai final.

Baca Juga

“Tahun ini tim Thomas kita di grup bersama Korea, Thailand, dan Singapura. Ketiganya punya kekuatan masing-masing,” sambung Rionny.

“Tetapi tahun lalu kita berada di grup yang juga berat tapi para pemain bisa fokus satu demi satu hingga ke delapan besar, semi final sampai final, dan juara. Itu menjadi pelajaran dan pengalaman kita, mudah-mudahan nanti bisa maksimal dan mempertahankan gelar juara,” lanjut Rionny.

Lain hanya dengan tim putri di Piala Uber, Rionny justru agak tergelitik dengan hasil undian karena sama persis dengan tahun lalu. Namun ini jadi kelebihan sendiri karena bisa tahu peeta kekuatan lawan.

Baca Juga

Jepang, Jerman dan Prancis akan jadi lawan berat tim putri Indonesia. Meski demikian, Rionny menargetkan setidaknya mereka bisa finis sebagai runner up grup.

“Untuk tim Uber, agak lucu ya karena ini sama persis dengan tahun lalu. Positifnya kita sedikit banyak sudah tahu kekuatan masing-masing dan bisa evaluasi lebih baik untuk melawan Jepang, Jerman, dan Perancis,” ucap Rionny.

“Kalau runner up grup saya yakin mereka bisa tapi untuk juara grup harus lebih bekerja keras,” sambungnya.

Sekedar mengingatkan, Indonesia berhasil meraih prestasi apik pada edisi Piala Thomas 2020 tahun lalu. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon mampu memboyong trofi kemenangan di ajang tersebut.

Baca Juga

Kemenangan Indonesia atas China di final Piala Thomas 2020. Torehan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun dan kini trofi Piala Thomas akhirnya bisa kembali ke Tanah Air.

Indonesia pun menahbiskan diri sebagai negara dengan gelar Piala Thomas terbanyak, yakni 14 trofi. China yang menjadi runner-up pada edisi kali ini menyusul di tempat kedua dengan 10 trofi.


2. Jadwal Thomas & Uber dan SEA Games Bentrok

Logo Sea Games Vietnam.

Sementara pada Piala Uber, tim putri Indonesia yang dipimpin oleh Greysia Polii finis sebagai runner-up di fase grup. Namun mereka harus tersingkir di babak perempat final usai dikalahkan Thailand 3-2.

Sementara itu, Piala Thomas-Uber dan SEA Games dipastikan akan berlangsung dalam waktu yang bersamaan pada bulan Mei 2022 mendatang.

Alhasil, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) harus putar otak untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Rionny Mainaky memastikan tidak ada pebulu tangkis nasional yang mengikuti kedua ajang secara bersamaan atau bergiliran agar setiap atlet bisa fokus dengan agenda yang akan diikuti.

Baca selengkapnya: Piala Thomas-Uber dan SEA Games Hampir Bersamaan, Begini Solusi dari PBSI Soal Pembagian Atlet

Piala ThomasPiala UberPBSIBulutangkisBerita BulutangkisRionny Mainaky

Berita Terkini