x

3 Evaluasi Rehan/Lisa Paska Juara Hylo Open, Layak jadi The Next Tontowi/Liliyana?

Selasa, 8 November 2022 08:05 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
Pasangan ganda campuran Indonesia Rehan Naufal/Lisa Ayu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Foto: PBSI

INDOSPORT.COM - Berikut tiga evaluasi untuk Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati pasca-menjuarai Hylo Open 2022. Layak jadi The Next Tontowi/Liliyana?

Indonesia kehilangan ganda campuran panutan paska Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, sang peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, memutuskan untuk gantung raket.

Baca Juga

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang digadang-gadang bakal jadi penerus, justru didegradasi dari Pelatnas. Kondisi cedera Praveen juga menjadi penghalang.

Alhasil, ganda campuran Indonesia mulai mengalami kemerosotan. Namun, hal itu coba dibantah oleh Rehan Naufal/Lisa Ayu.

Pelan-pelan, ganda campuran yang baru saja promosi ke tim senior itu membuktikan jika mereka layak bersaing di level dunia.

Baca Juga

Mulai dari menjadi finalis Orleans Masters 2022, Vietnam Open 2022, hingga lolos ke semifinal French Open Super 750, dan kini telah menjuarai turnamen Hylo Open 2022.

Lisa Ayu Kusumawati mengingatkan publik bahwa potensi pemain putri Indonesia tak kalah dari China atau Jepang. Pukulannya keras, akurat, dan tentu menyulitkan lawan.

Aksi Lisa di berbagai turnamen terakhir membuat masyarakat teringat dengan sosok Liliyana Natsir yang sulit ditembus.

Baca Juga

Namun, Rehan/Lisa tidak boleh besar kepala. Tentu masih ada evaluasi yang harus mereka perbaiki, jika ingin menjadi the next Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Berikut INDOSPORT merangkum tiga evaluasi yang harus diperbaiki Rehan/Lisa, agar makin beringas di 2023 nanti.


1. 1. Pukulan Lebih Variatif dan Bertenaga

Pasangan ganda campuran Indonesia Rehan Naufal/Lisa Ayu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Foto: PBSI

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati sudah masuk dalam radar berbahaya bagi pemain ganda campuran lainnya. Permainan mereka akan dipelajari.

Maka dari itu, Rehan/Lisa harus memiliki pukulan yang lebih variatif agar tak mudah terbaca oleh lawan. Khususnya Lisa yang kerap menjadi sasaran serangan lawan.

Baca Juga

Rehan/Lisa memiliki transisi yang bagus saat bertukar posisi depan dan belakang. Akan tetapi, pukulan Lisa masih terpaku pada smash. Ia harus lebih variatif lagi.

Rehan sendiri memiliki power yang bagus, akan tetapi sang pelatih ganda campuran, Nova Widianto memiliki catatan sendiri.

"Mungkin untuk Rehan, dia harus lebih ditambah daya tahan otot tangan dan kaki. Secara permainan dia sudah bisa bermain dengan baik," evaluasi dari Nova Widianto.

Baca Juga

2. Asah Mental Hadapi Level Tertinggi

Kemenangan di Hylo Open 2022 membuat Rehan/Lisa mendapat tambahan poin dan bisa saja masuk dalam jajaran top dunia.

Rehan/Lisa akan menjajal turnamen level Super 750 hingga Super 1000, di mana lawan yang dihadapi bukan lagi pemain non-unggulan, melainkan para jawara.

Untuk itu, mereka harus mengasah mental agar tidak gentar saat berhadapan dengan ganda campuran terbaik dunia, mulai dari Zheng/Huang, Yuta/Arisa, Bass/Popor, dll.

Baca Juga

Secara khusus, Nova Widianto juga meminta agar anak asuhnya tidak gentar melawan ganda China yang cepat dan punya power.

"China masih menguasai di sektor ganda campuran dunia. Saya rasa tipe permainan China sulit diatasi oleh pemain Indonesia, karena pola permainan mereka cepat dan konsisten," tegas Nova Widianto lagi.


2. 3. Cepat Membaca Kelemahan Lawan

Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati di French Open 2022. (Foto: PBSI)

Rehan/Lisa dituntut harus cepat membaca kekuatan dan kelemahan lawan. Terbukti, mereka bisa menjuarai Hylo Open 2022 karena melihat celah dari ganda China.

"Jalannya pertandingan di game pertama, kita masih mencari-cari pola permainan lawan seperti apa," ucap Rehan usai final Hylo Open 2022.

"Setelah ketemu, di game kedua kami mulai menekan ke Feng Yang Zhe, karena pemain cowok ini terlihat juga tegang," imbuhnya.

Rehan/Lisa harus menemukan celah ini sejak game pertama, karena jika game awal terlepas, maka akan sulit untuk comeback di game kedua, apalagi di babak rubber.

Andai Rehan/Lisa sudah menemukan celah lawan mereka di game pertama, kemudian berhasil menang dalam dua set saja, tentu mereka akan punya simpanan tenaga untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya.

Tontowi Ahmad/Liliyana NatsirNova WidiantoIn Depth SportsBulutangkisBerita BulutangkisRehan Naufal KusharjantoRehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu KusumawatiHylo OpenLisa Ayu Kusumawati

Berita Terkini