Liga 1 Indonesia

Djanur Tengah Pantau Penyerang Baru Persib Bandung

  • Persib Bandung masih memiliki kendala dalam urusan penyerangan.
  • Sejauh ini Persib baru menciptakan 9 gol dari 11 laga di Liga 1.
  • Hal ini membuat Djanur tengah memantau sejumlah penyerang anyar.
Rabu, 21 Juni 2017 18:22 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Rizky Pratama Putra
© INDOSPORT/Herry Ibrahim
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman. Copyright: © INDOSPORT/Herry Ibrahim
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman.

Persib Bandung saat ini tengah fokus untuk mencari sosok striker murni yang akan membela timnya. Sebab sejauh ini dua striker murninya yakni Sergio van Dijk dan Carlton Cole mengalami kendala. ‎

Sergio mengalami cedera di bagian lutut kanannya, bahkan kemungkinan harus beristirahat cukup lama. Sementara Cole, kinerjanya dianggap masih belum optimal. 

© Muhammad Ginanjar/INDOSPORT
Djajang Nurdjaman dalam jumpa pers. Copyright: Muhammad Ginanjar/INDOSPORTDjajang Nurdjaman dalam jumpa pers.

Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman mengatakan tidak ada cara lain selain mendatangkan striker murni anyar. Sebab permasalahan Persib di Liga 1 2017 saat ini yakni posisi tersebut.

Baca Juga:


Buktinya dari 11 laga yang telah dijalani, Pangeran Biru baru menciptakan 9 gol. Itu pun diciptakan oleh para pemain gelandang.

"Ya, striker menjadi prioritas kita. Karena kita tahu dua striker kita, satu (Sergio) cedera dan Cole belum optimal. Maka praktis kita akan mencari striker," ujar Djajang saat ditemui di kediamannya Jalan Antapani, Bandung, Rabu (21/06/17). 

Bahkan pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengaku sudah mengantongi beberapa nama striker murni incarannya. Pemain tersebut merupakan pemain asing. 

"Kita konsen di luar (asing). Ada Prancis, Nigeria, Brasil," katanya.

© Twitter/@serginhovandijk.
Penyerang Persib Bandung, Sergio van Dijk. Copyright: Twitter/@serginhovandijk.Penyerang Persib Bandung, Sergio van Dijk.

Akan tetapi, pelatih berusia 59 tahun ini enggan membeberkan striker incarannya tersebut. Diperlukan kesabaran agar pembelanjaan yang dilakukan tidak berjalan sia-sia. 

"Yang sudah-sudah kemarin menjadi pelajaran, harus selektif lagi dan jangan salah. Makanya kita masih memikirkan apa mengambil pemain yang sudah pernah main di Indonesia atau yang belum pernah main di sini," pungkasnya.