Kesalahan yang Harus Diperbaiki Luis Milla untuk Spasojevic

Senin, 20 November 2017 18:16 WIB
Penulis: Rafif Rahedian | Editor: Joko Sedayu
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ekspresi wajah Ilija Spasojevic saat gagal mengamankan peluang. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ekspresi wajah Ilija Spasojevic saat gagal mengamankan peluang. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Kekalahan yang diterima Timnas Indonesia kala menjamu Suriah U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (18/11/17), ternyata menjadi pukulan keras bagi anak asuh Luis Milla. Pasalnya, lawan yang mereka hadapi hanya pemain yang umurnya masih terbilang muda.

Pada laga tersebut, Tim Garuda dipaksa menyerah 0-1 dari Timnas Suriah U-23. Hasil ini membuat pecinta sepakbola Tanah Air yang mempertanyakan kinerja pelatih Luis Milla.

Namun pada laga tersebut yang paling menjadi sorotan adalah debut Ilija Spasojevic karena tampil tidak terlalu cemerlang. Bahkan, penyerang Bhayangkara FC tersebut tidak mampu melancarkan satu tendangan pun ke arah gawang lawan.

Spasojevic yang bermain selama 72 menit, nyatanya sulit mendobrak lini pertahanan Timnas Suriah U-23. Hal itu dikarenakan minimnya pasokan bola untuk mantan pemain PSM Makassar dan Persib Bandung tersebut.

Padahal, dalam starting line-up pelatih Luis Milla menurunkan Boaz Solossa, Andik Vermansah, dan Febri Haryadi di belakang Spaso. Mereka adalah pemain-pemain dengan skill tinggi yang seharusnya bisa memanjakan Spaso.

Namun sepanjang Spaso bermain, striker berusia 30 tahun itu kurang mendapatkan suplai bola seperti yang dia dapatkan bersama Bhayangkara FC. Andik dan Febri terlihat asyik sendiri bermain bola, sementara Boaz belum menemukan chemistry dengan Spaso.

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Luis Milla dalam jumpa pers usai pertandingan. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTLuis Milla dalam jumpa pers usai pertandingan. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Ini tentu menjadi evaluasi Milla pada laga persahabatan selanjutnya kontra Guyana di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (25/11/17). Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut harus mencari pemain yang bisa memberikan bola matang ke arah Spaso yang berada di lini depan Tim Garuda.

Hal ini berbanding terbalik dengan permainan yang diperlihatkan Bhayangkara FC di Liga 1. Bersama The Guardian, Spaso cukup dimanjakan oleh beberapa pemain tengah, salah satunya Paulo Sergio. Melalui umpan-umpan terukurnya, Spaso dengan mudah mendapatkan peluang emas di mulut gawang lawan.

Selain itu, Spaso juga mendapat dukungan dari pemain sekelas Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn, yang tak diturunkan Luis Milla lawan Suriah U-23. Padahal bersama Bhayangkara FC, mereka adalah pelayan sejati Spaso di mulut gawang lawan.

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Peluang striker Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic (kanan) di depan gawang Persela. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTPeluang striker Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic (kanan) di depan gawang Persela. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Nampaknya, Milla harus memainkan pemain-pemain yang mampu melakukan hal seperti itu. Hal ini dilakukan agar Spaso bisa leluasa bermain sebagai seorang target man.

Jika berkaca pada pertandingan melawan Suriah U-23, Spaso kerap kali turun ke lini tengah untuk mencari bola. Bahkan, jumlah halauan yang dicatat Spaso, menyamai pencapaian dua pemain belakang Tim Garuda, Achmad Jufriyanto dan Ricky Fajrin.

Spaso sendiri pun bertekad untuk memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya. Dirinya yakin bahwa para pemain Indonesia bisa lebih baik lagi ke depannya. 

708