x

AC Milan Oleng, Bisnis Bursa Transfer Musim Panas Paolo Maldini Gagal?

Jumat, 18 November 2022 18:45 WIB
Penulis: Henrikus Ezra Rahardi | Editor: Prio Hari Kristanto
Raksasa Liga Italia, AC Milan, mengalami kesulitan musim ini karena pembelian pemain pada bursa transfer lalu yang jauh dari efektif. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

INDOSPORT.COM – Raksasa Liga Italia, AC Milan, mengalami kesulitan karena pembelian pemain untuk musim 2022/2023 tidak sesuai harapan. Berikut analisisnya.

AC Milan, menurun secara prestasi di Liga Italia musim 2022/2023 dibandingkan pada musim 2021/2022 lalu.

Salah satunya karena transfer yang kurang efektif, sehingga membuat tim tidak dapat berjalan secara maksimal.

Sebenarnya, untuk memperkuat tim, Direktur AC Milan, Paolo Maldini dan Ricky Massara, telah mendatangkan sejumlah pemain agar tim dapat semakin kuat.

Namun demikian, para pemain yang didatangkan oleh Rossoneri tidak memberikan kontribusi maksimal, berbeda dengan apa yang terjadi pada musim 2021/2022 lalu.

Baca Juga

AC Milan sendiri mendatangkan belasan pemain pada bursa transfer musim panas 2021 lalu baik dengan status permanen maupun hanya pinjaman.

Sebagian besar di antaranya, seperti Mike Maignan, Fikayo Tomori, Sandro Tonali, hingga Olivier Giroud mampu menjadi pilar penting di tubuh AC Milan.

Baca Juga

Selain itu, performa tim asuhan Stefano Pioli juga didukung dengan kehadiran Brahim Diaz, Alessandro Florenzi, dan junior Messias yang moncer dan tampil maksimal untuk klub.

Berbeda dengan kompetisi musim 2022/2023, AC Milan yang tengah dalam kondisi juara bertahan malah tak mendatangkan banyak pemain baru. Hanya tujuh pemain baru yang didatangkan. Itu pun banyak yang datang sebagai 'transfer darurat'. 

Alahasil, para rekrutan anyar Paolo Maldini ini sebagian besar gagal tampil maksimal untuk AC Milan, juga kerap jadi cadangan.

Ada dua sebab mendasar mengapa rekrutan AC Milan pada musim panas 2022 oleh Paolo Maldini tampil tak maksimal seperti saat mereka juara Liga Italia di musim 2021/2022. 

Baca Juga

1. Pemain Baru Kurang Berpengalaman

Aksi Rafael Leao di laga pekan ke-15 Liga Italia antara AC Milan vs Fiorentina REUTERS/Daniele Mascolo

Posisi pemain inti di AC Milan menjadi satu sebab mengapa para rekrutan baru pada musim 2022/2023 tidak segera nyetel di skuad asuhan Stefano Pioli.

Seperti sudah tertulis dalam uraian sebelumnya, AC Milan sebagai juara bertahan malah melakukan transfer kurang efektif untuk mempertahankan kondisi skuatnya.

Tercatat, hanya Divock Origi dan Sergino Dest pemain baru yang punya cukup pengalaman untuk bergabung dengan AC Milan. Bahkan, keduanya pun masih kesulitan menyatu dalam skuad.

Sisanya, ada beberapa pemain muda yang didatangkan dari klub lain ke AC Milan, seperti Charles De Ketelaere Aster Vranckx, Malick Thiaw yang belakangan mendapatkan peran.

Namun, para pemain muda ini cukup lama ditahan oleh Stefano Pioli dan tak kunjung mendapatkan kesempatan untuk bermain di skuat inti AC Milan. Cukup bisa dimengerti, lantaran dulu pemain seperti Ismael Bennacer, Rafael Leao, hingga Theo Hernandez pun butuh waktu untuk tampil di level tertinggi. 

Baca Juga

Charles De Ketelaere sebenarnya cukup banyak mendapatkan kesempatan, tetapi belakangan performanya menurun drastis karena sempat absen lama akibat cedera.

Sementara Malick Thiaw dan Aster Vrancx belakangan baru mendapatkan kesempatan, meskipun hanya sedikit menit bermain yang diberikan.

Baca Juga

Kondisi ini agak berbeda dengan apa yang didapat oleh AC Milan semusim sebelumnya di mana rekrutan baru saat itu cukup tepat sasaran. Mike Maignan jelas jadi andalan di posisi penjaga gawang, sementara Olivier Giroud menjadi andalan di lini tengah dan depan.

Kondisi inilah yang tentu harus diperbaiki Stefano Pioli dengan mendatangkan beberapa pemain berpengalaman untuk bursa transfer Januari 2023 untuk AC Milan. Namun, semua kembali kepada wewenang sang pemilik, RedBird Capital.

Baca Juga

2. Pengiritan Keuangan

Bos RedBird Capital Gerry Cardinale saat laga Liga Italia antara AC Milan v Inter Milan

Faktor kedua yang membuat transfer duet Paolo Maldini dan Ricky Massara, kali ini gagal adalah karena pengiritan keuangan dari pemilik klub. 

AC Milan sempat mengalami gonjang-ganjing soal pemilik baru, mengingat ada pergantian dari yang mulanya dimiliki oleh Elliott Management.

Saga pemilik baru AC Milan dimulai dari datangnya minat Investcorp, Mohammed Al Ardhi dari Bahrain, yang kabarnya sudah mengajukan tawaran. Namun demikian, Elliott Management selaku pemilik kemudian tak juga memberikan lampu hijau, sehingga ada penawar baru yang masuk.

RedBird Capital dari Amerika Serikatlah yang kemudian membeli AC Milan dan mengurangi jatah saham milik Elliott Management.

Baca Juga

Secara tidak langsung, kondisi ini berdampak pada aksi tim asuhan Stefano Pioli pada bursa transfer musim panas 2022 dan hanya bisa membeli sedikit pemain.

Sayangnya, Elliott management tak lagi mau memberikan dana transfer dan memilih untuk menunggu pemilik lama. Berbeda dengan 2021 yang menjadi salah satu masa dari Elliott Management menggelontorkan dana besar untuk membuat AC Milan menjadi tim yang hebat.

Baca Juga

Rupanya, RedBird Capital juga masih menahan pengeluaran untuk musim panas. Alhasil, banyak incaran utama AC Milan yang lepas seperti Sven Botman, Domenico Berardi, sampai Hakim Ziyech.

RedBird paling cepat kemungkinan bisa menggelontorkan dana besar pada Januari 2023 nanti. DIharapkan, duet Paolo Maldini dan Federico Massara bisa mendatangkan pemain yang lebih efektif.

Dengan skuad yang lebih baik, belum terlambat bagi AC Milan untuk bisa mengejar Napoli yang kini memimpin klasemen Liga Italia musim 2022/2023. Sebab, secara teknis, saat ini AC Milan bermain dengan formasi inti yang hampir 100 persen sama seperti musim lalu yang artinya tak ada perkembangan. 

Baca Juga
AC MilanPaolo MaldiniStefano PioliLiga ItaliaBerita Liga Italia

Berita Terkini