Antara Kambing dan Beban Hidup yang Dipikul Eko Yuli
Eko lahir di Lampung dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya bernama Saman, seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya, Wastiah adalah seorang penjual sayur.
Takdir Eko menjadi atlet angkat besi (lifter) berawal saat ia menyaksikan sekelompok orang berlatih angkat besi di sebuah klub di daerahnya. Pemandangan itu membuat Eko lambat laun makin tertarik.
Pelatih klub tersebut akhirnya mengajak Eko ikut berlatih. Berbekal izin dari orangtuanya, Eko pun mulai mengakrabkan diri dengan barbel. Eko mulai merintis prestasinya saat tampil sebagai lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007, yang saat itu ia meraih medali emas. Keberhasilan itu sekaligus membuat semangatnya jadi berlipat ganda.
Prestasi Eko pun berlanjut pada ajang SEA Games 2007, yang ketika itu ia mempersembahkan medali emas. Di tahun berikutnya pada Kejuaraan Nasional 2008, ia juga mampu menyabet medali emas.
Di Kejuaraan Dunia 2009, pria yang gemar sepakbola itu sukses merebut medali perak. Dua tahun kemudian dalam ajang yang sama, Eko kembali berhasil meraih medali perunggu. Tapi pada ajang Universiade 2011 Eko kembali mempersembahkan emas dalam kategori angkat besi 62 kilogram.