Usai menelan kekalahan pada laga sebelumnya, kedua tim sama-sama tampil ngotot. Sejak kuarter pertama, perolehan poin kedua tim selalu berlangsung ketat. Namun, ketangguhan para pemain Garuda di bawah ring, akhirnya membuat mereka unggul tipis 18-17 pada akhir kuarter pertama.
NSH mulai kesulitan meladeni permainan Garuda pada kuarter kedua. Ketatnya defense yang dilakukan oleh Garuda, memaksa para pemain NSH untuk lebih banyak melakukan percobaan tembakan tiga angka.
Sayangnya dari enam kali percobaan tembakan tiga angka, tidak ada yang berhasil mengenai sasaran. NSH pun hanya mampu mencetak enam poin pada kuarter ini. Sementara, Garuda yang membuat 20 poin, berhasil memperlebar keunggulan menjadi 38-23 menutup kuarter kedua.
Dua kuarter akhir, Garuda kembali dominan. Beberapa kali pemain GRB berhasil mencetak angka lewat Diftha Pratama, Daniel Wenas dan M. Rizal Falconi, melengkapi keunggulan atas NSH. Garuda pun mengakhiri pertandingan terakhir mereka di seri ini dengan kemenangan 71-53.
Diftha Pratama menjadi pendulang angka terbanyak bagi Garuda Bandung, dengan torehan 19 point. Sementara, Budi Margono menjadi yang terbaik di tim NSH dengan raihan 12 point.
“Saya bisa memberikan minute play kepada semua pemain saya. Namun, jika dilihat dari statistik, turnover kami memang agak bermasalah,” ujar Fictor Roring, pelatih Garuda Bandung.
“Selama ini memang saya baru merasa nyaman dengan penampilan tujuh pemain saja. Oleh karena, itu saya harus terus meningkatkan pemain lainnya, karena kami butuh mereka untuk mengarungi series berikutnya. Hal yang saya sangat apresiasi dari tim sejak series I adalah fighting spirit mereka yang konsisten,” sambung Ito, sapaan akrabnya.
Dengan berakhirnya pertandingan ini, maka kedua tim telah menyelesaikan semua game di serie II. Hasil ini semakin memantapkan posisi Garuda di papan atas musim reguler IBL 2016 dengan raihan 19 poin dari 11 game yang dijalani. Sementara, NSH mengakhiri series II dengan torehan 14 poin.
“Garuda merupakan tim yang sangat bagus, terutama dalam segi defense. Sementara, kami kurang dalam hal finishing. Untuk menyambut seri berikutnya (Jogja), kami harus lebih memperkuat defense dan konsistensi bermain hingga empat kuarter,” kata pemain NSH, Benny Wijaya.