Pada kuarter pertama CLS langsung menurunkan starting five terbaiknya, yakni Jamarr Andre Johnson, Rachmad Febri Utomo, M. Isman Thoyib, Mario Wuysang dan kapten tim Sandy Febriansyah.

Hingga 5 menit awal CLS berhasil unggul walau hanya dengan selisih dua angka (10-8). Pemain Naturalisasi mereka Jamarr, mempertontonkan skillnya saat ia berhasil melakukan power dunk lewat satu serangan fastbreak.
5 menit waktu tersisa, pelatih CLS Wahyu Widayat Jati mulai mencoba komposisi lapis keduanya. Baik Bima Rizky Ardiansyah, Kaleb Ramot Gemilang, Katon Adjie Baskoro, Herman dan dua rookie mereka Rodmundus Ottu Ray, Hieronimus Hiro Londa mendapatkan minute play bermain yang cukup secara bergantian. Usaha untuk menambah jam terbang para pemain muda CLS terbukti ampuh.CLS pun unggul sementara 17-14.

Mendapat kepercayaan lebih dari pelatihnya, membuat second unit CLS mencoba memberikan kemampuan terbaik mereka. Hingga kuarter ketiga berakhir para pemain cadangan CLS mampu memberikan kontribusi 29 angka buat CLS (61-32), 11 angka di antaranya di cetak oleh Kaleb yang berposisi sebagai Small Foward.
Pola permainan transisi cepat yang menjadi ciri khas permainan CLS pun perlahan mulai dapat di praktekan para pemain muda mereka. Beberapa kali CLS berhasil mencetak angka dari skema permainan fast break yang di kombinasikan dari serangan di wilayah paint area. CLS pun akhirnya menutup pertandingan game hari ini dengan kemenangan 84-39 atas lawannya Pacific Caesar Surabaya.
Kapten tim CLS, Sandy Febiansyah menjadi top performers. Ia berhasil mendulang 14 poin, disusul oleh Kaleb Ramot Gemilang yang mencetak 13 angka dan 5 rebound. Laga ini akhirnya dimenangkan oleh CLS dengan skor 84-39 atas PCF.