Bintang JNE Bandung Utama, Surliyadin harus merasakan bagaimana kejadian memilukan pada 26 Desember 2004 silam, ketika bencana dahsyat tsunami menerpa kota asalnya Aceh.
Kejadian tersebut harus membuatnya terpisah dengan ibunya, orang yang telah melahirkan dan membesarkannya.
Kecintaannya pada basket kemudian membawanya berhasil menyelesaikan pendidikan dan juga mempertemukannya dengan pujaan hati yang sekarang telah menjadi pendamping hidupnya.
Meski demikian pada awalnya Surliyadin mengaku sempat menyukai voli.
Berikut INDOSPORT menyajikan kisah dan profil dari pria kelahiran 19 Oktober 1990 tersebut.