Peristiwa Masa Lampau

September Penuh Kenangan Michael Jordan, Sang Legenda Basket Sepanjang Masa

Jumat, 30 September 2016 14:00 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:
Kontrak dan Gaji Ditambah, Meski…

Selang 4 tahun, meski penampilan Michael Jordan tetap impresif dan merepotkan tim lawan, namun ia belum juga memberikan gelar juara untuk tim yang bermarkas di United Center tersebut.

Menariknya, Bulls justru memberikannya kontrak baru pada tanggal 21 September tahun 1988 dengan tambahan kontrak selama 8 tahun, plus kenaikan gaji sebesar 25 juta USD atau setara dengan Rp327miliar.

Dari sinilah, penampilan Jordan semakin menggila, ia baru dapat memberikan gelar juara tiga kali secara beruntun untuk tim berlogo Banteng Merah tersebut di tahun 1991 hingga 1993.


Michael Jordan berikan 3 gelar juara beruntun untuk Chicago Bulls.

Usai memberikan tiga gelar tersebut, Jordan yang kala itu telah berusia 30 tahun secara mengejutkan memberikan pengumuman untuk menggantung ‘satu’ sepatunya (pensiun).

Setahun kemudian di musim 1993/94, MJ mencoba peruntungan dengan membanting setir di cabang olahraga lain, yaitu bisbol. Ia pun ikut bermain bersama tim Scorpions Scottsdale.


Michael Jordan saat mencoba peruntungannya di olahraga bisbol bersama tim Scorpion Scottsdale.

Sayangnya, pada cabang olahraga ini Jordan merasa kurang puas karena dirinya kerap bermain buruk, sehingga ia pun memutuskan untuk kembali 'memakai sepatu basketnya' di pertengahan musim 1994/95.

Namun meski kembali, ia hanya mampu membawa Bulls ke semifinal playoffs konferensi wilayah Timur. Bulls menelan kekalahan dari Orlando Magic dengan skor 2-4.

Barulah pada musim 1995/96, pebasket yang identik dengan nomor punggung 23 ini kembali menunjukkan permainan trengginasnya.

Tak tanggung-tanggung, ia kembali mencatatkan gelar hattrick untuk Bulls dari tahun 1996 hingga 1998. Hal ini juga menegaskan jika 6 gelar yang dimiliki Bulls berkat andil dari MJ23.


Michael Jordan (kiri) berikan 3 gelar juara beruntun untuk kedua kalinya bagi Chicago Bulls, ia berfoto dengan pelatihnya kala itu, Phil Jackson.

Pada pertengahan musim berikutnya atau tepat di bulan Januari 1999, pebasket yang berposisi sebagai shooting guard ini seakan membuat para fans-nya ingin berkata “Terserah Anda Saja”.

Hal ini dikarenakan Jordan kembali ‘gantungkan satu sepatunya lagi’ dan saat itu juga ia mengatakan jika dirinya benar-benar tidak ingin bermain basket lagi.

48