(ANALISIS) Terjun Payung Prestasi Lakers di Kancah NBA
Cukup aneh memang jika mendengar tim yang menjadi juara, tetapi aktivitas transfer mereka malah terhambat.
Namun untuk sekadar informasi, aktifitas transfer di dunia NBA tidaklah sama dengan aktivitas transfer di dunia sepakbola.
Jika di sepakbola, setiap tim mana pun bebas melakukan negosiasi dengan siapa pun. Asal ada kesepakatan yang berjalan baik, serta ada dana cukup, maka proses transfer pun berjalan dengan lancar.
Sementara di dunia NBA, aktivitas transfer memang agak sedikit rumit. Selain sistem transfer mereka yang menggunakan sistem trade alias tukar, mereka juga bisa mengambil pemain dari draft yang berasal dari tim-tim universitas di Amerika Serikat (AS) yang nantinya akan menjadi pemain rookie (pemain muda yang melakukan debut di NBA).
Uniknya, tim menempati posisi paling atas di klasemen akhir baru dapat melakukan transfer paling akhir, sementara tim yang menjadi juru kunci atau menempati posisi paling terakhir, maka mereka berhak melakukan transfer lebih dulu.
Sebagai contoh, masing-masing wilayah ditempati oleh 15 tim dan tim yang menempati urutan ke-15, maka mereka berhak melakukan transfer lebih dulu, lalu dilanjutkan dengan tim di urutan ke-14, lalu ke-13, dan seterusnya sampai akhirnya di urutan yang pertama.
Untuk sistem ini berlaku dalam pengambilan pemain dari draft, pastinya banyak pencari bakat dari tim-tim NBA telah memantau setiap perkembangan dari pemain-pemain di NBCAA (Liga Basket Mahasiswa di AS), sehingga masing-masing pencari bakat itu harus bersaing juga untuk membujuk sang pemain incaran demi bergabung dengan tim mereka.
Situasi inilah yang membuat Lakers cukup sulit mendapatkan pemain baru yang handal untuk menambah kekuatan mereka di musim selanjutnya.
Mau tidak mau, Lakers hanya bisa mengharapkan mendatangkan pemain dengan sistem trade atau mengambil dari daftar free agent alias pemain yang sudah tidak lagi memiliki kontrak.
Artinya, mereka selalu kesulitan untuk mendapatkan pemain muda berbakat untuk menambah daya gedor mereka di musim baru.
Sementara untuk mengharapkan pemain bagus dari daftar free agent, tentunya tidak mudah. Sebab, rata-rata pemain yang masuk dalam daftar free agent biasanya telah termakan usia, rentan cedera, atau tidak memiliki andil yang siginifikan di klub sebelumnya.
Lalu bagaimanakah dengan sistem trade? Untuk sistem yang satu ini, pastinya lebih tidak mudah bagi tim Lakers. Mengapakah demikian? Simak di ulasan berikutnya.