INDOSPORT.COM - Larasati Gading mengungkapkan beberapa penyebab yang membuat cabor berkuda gagal gemilang di Asian Games 2018.
Cabang olahraga equestrian atau berkuda di Asian Games 2018 mengalami kegagalan di nomor tunggang serasi. Tak satupun medali yang disumbangkan oleh tim berkuda Indonesia baik untuk kategori tim maupun perorangan.
Tim berkuda Indonesia sudah melakoni pertandingannya di Asian Games 2018. Hari pertama mempertandingkan nomor tunggang serasi beregu pada Senin (20/08/18) lalu di Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Pulogadung, Jakarta Timur.
Salah satu anggota tim tunggang serasi beregu Indonesia, Larasati Gading menilai mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk menang dan telah tampil secara maksimal.
“Saya rasa untuk tim sih sudah maksimal, jadi kesempatan kita paling besar kemarin memang disitu sih (tunggang serasi beregu) tapi itupun melayang, jadi yaudahlah mau diapain lagi.”
Namun sayangnya, tim equestrian Indonesia yang diperkuat oleh Larasati Gading dan kolega harus puas hanya berada di posisi keempat atau tepatnya satu peringkat dibawah tiga peraih medali.
Sementara untuk nomor dressage individual atau tunggang serasi perorangan, Indonesia berhasil meloloskan dua nama penunggang kudanya di babak final yang berlangsung Kamis (23/08/18) pagi tadi pukul 08.00 WIB.
Dua nama yang dimaksud adalah Dara Ninggar dan Larasati Gading. Lagi, keduanya gagal meraih medali. Larasati Gading yang diandalkan bersama kudanya bernama Calaiza T berada di peringkat 11. Sementara Dara Ninggar satu peringkat di atas Laras.
Atlet Berkuda Indonesia, Larasati Gading.Ketika ditemui usai pertandingan, Larasati Gading mengungkapkan ada tiga penyebab kegagalan dirinya menyumbang medali.