INDOSPORT.COM - Tim Dayung Putri Indonesia kelas Traditional Boat Race (TBR) berhasil menyumbangkan medali perak di Asian Games 2018, Sabtu (25/08/18). Salah satu dari 12 pedayung (atlet) yang berada di tim tersebut adalah Ramla Baharuddin.
Gadis yang saat ini masih berusia 19 tahun asal Sulawesi Barat tersebut diketahui sudah lama hidup tanpa kedua orang tua.
Ayahnya meninggal ketika, Ramla masih SD dan Ibunya meninggal beberapa bulan setelah dia memberikan izin kepada Ramla untuk ikut Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sulawesi Barat.
INDOSPORT menemui salah satu anggota keluarga, Ramla di Desa Bambu, Mamuju, Sulawesi Barat. Herni, kakak dari Ramla, bercerita tentang lika-liku perjalanan karier adiknya tersebut.
"Saya senang sekali karena bisa juara meskipun bukan juara satu. Saya bangga karena saya tahu betul bagaimana Lalla (nama panggilan Ramla) sejak kecil giat berlatih," ujar Herni dengan mata berkaca-kaca, Sabtu sore (25/08/18).
Herni bercerita bahwa sejak Ramla masih duduk di bangku SD ia sudah tekun berlatih dan tidak rewel untuk ukuran anak seusianya.
"Sebelum masuk PPLP. Dia (Ramla) sudah rajin latihan dayung. Saya biasa antar dia jam 1 siang, kalau tidak sempat dia jalan sendiri sekitar 2 kilometer ke tempat latihan," ujar Arfin, suami Herni.