Pelatih MMA Asal Rusia Ditangkap Usai Terlibat Pembunuhan Berencana

Kamis, 28 Mei 2020 17:07 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© WMMAA
Pelatih Mixed Martial Arts (MMA) asal Rusia, Vladimir Osiya ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukannya. Copyright: © WMMAA
Pelatih Mixed Martial Arts (MMA) asal Rusia, Vladimir Osiya ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukannya.

INDOSPORT.COM – Pelatih Mixed Martial Arts (MMA) asal Rusia, Vladimir Osiya, ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukannya.

Pelatih petarung MMA, Magomed Ismailov itu telah ditangkap di rumahnya oleh kepolisian setempat, karena dicurigai terlibat dalam pembunuhan berencana dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Nikolai Leonov, manajer pusat perbelanjaan di wilayah Moskow pada 2019 lalu.

Usai penangkapan, pihak kepolisian menemukan 1,8 kilogram kokain di sekitar gedung apartemen yang merupakan tempat tinggalnya. Polisi menduga bahwa Osiya berupaya menghilangkan barang bukti berupa obat terlarang tersebut.

Tiga tersangka lainnya juga berhasil diamankan, dengan barang bukti berupa pistol, amunisi, dan peredam suara serta sepeda motor yang digunakan untuk mengeksekusi pembunuhan tersebut.

Melansir dari laman RT Sports, berita penangkapan ini juga telah mengejutkan berbagai pihak, lantaran Vladimir Osiya dianggap sebagai orang yang sangat tenang dan cukup santun.

Osiya sendiri merupakan seorang ahli judo yang juga berjasa bagi negaranya lantaran pernah membantu Rusia meraih 19 medali diantaranya lima mas saat Kejuaraan Dunia 2019 di Bahrain.

Pada tahun yang sama, Vladimir Osiya juga dianugerahi gelar Pelatih Kehormatan Rusia, pangkat tertinggi yang dapat diterima pelatih olahraga di negara itu.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%