Deretan Kisah Misteri Tak Terpecahkan di Arena Olimpiade

Kamis, 4 Agustus 2016 14:10 WIB
Editor:
 Copyright:
Amfetamin 'Dilegalkan'

Pada awal dimulainya Olimpiade modern awal abad ke-20, sejumlah atlet dari negara-negara peserta memiliki keleluasaan untuk menggunakan banyak obat kimia untuk meningkatkan perfomance mereka. 

Misalnya pada 1904, peraih medali emas dari cabang marathon, Thomas Hicks mengaku diberi zat terlarang, strychnine oleh pelatihnya. Hicks mendapat sanksi? tidak dan medali emasnya tetap disahkan. 

Penggunaan obat terlarang masih terus digunakan oleh atlet dan IOC sebagai lembaga yang mengatur Olimpiade membiarkan hal tersebut. Baru setelah pembalap sepeda asal Denmark, Knud Enemark meninggal dunia akibat ditemukan zat amfetamin di tubuhnya usai berlaga, IOC mulai berpikir. 

Sejumlah federasi olahraga peserta Olimpiade sudah melarang penggunaan obat seperti amfetamin kepada atletnya, namun baru pada 1967, IOC baru membuat peraturan pelarangan penggunaan obat untuk meningkatkan kinerja atlet. 

Beberapa pihak seperti dilansir dari CNN sempat mempertanyakan hal tersebut, mengapa dan alasan apa yang melatarbelakangi IOC begitu lama mengeluarkan pelarangan zat seperti amfetamin? Ini masih menjadi misterius hingga saat ini dan eks pejabat dan pejabat IOC saat ini belum ada yang mau buka suara.

77