Pahlawan Tanpa Mahkota Itu Bernama Lionel Messi dan Lee Chong Wei
Konsistensi dan kemampuan di atas rata-rata, membuat Chong Wei lahir dan tumbuh sebagai pebulutangkis nomor 1 dunia selama bertahun-tahun.
Sejak era Taufik Hidayat, Chong Wei memang dikenal sebagai pemain yang konsisten secara penampilan, meski fisik terus dimakan usia.
Predikat sebagai nomor 1 dunia diraih Chong Wei dengan cara yang tak mudah. Ia secara terus menerus berhasil menggondol gelar dari ajang super series. Di sana, Chong Wei seperti tak punya lawan sepadan.
Namun, kekuatan Chong Wei seakan runtuh saat ia menginjakkan kakinya di berbagai turnamen besar. Turnamen yang menjadi ukuran kesuksesan tertinggi bagi seorang pebulutangkis dunia.
Nyatanya, Chong Wei tampil tak buruk-buruk amat di turnamen-turnamen besar tersebut. Chong Wei bahkan selalu melangkah ke partai final di pentas Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Asian Games, serta Piala Thomas pada ajang beregu.
Sialnya, meski sudah menapakkan kaki di partai pamungkas, Chong Wei dikutuk tak pernah mendapatkan emas. Medali perak selalu menjadi ganjaran yang dianggap tak setimpal untuk seorang pemain hebat seperti Chong Wei.
Begitu pula dengan Lionel Messi. Lahir dan tumbuh sebagai pesepakbola nomor satu dunia, La Pulga tak sekalipun mengangkat trofi tertinggi, seperti Copa America dan Piala Dunia bersama negaranya.
Anehnya, pemain berusia 29 tahun itu justru meraup segudang prestasi bersama Barcelona. Total 29 trofi di semua kompetisi, 5 trofi pemain terbaik dunia (Ballon d’Or) dan penghargaan individu lainnya berhasil digondol Messi.