INDOSPORT.COM - Meraih predikat Wanita Terkuat di Indonesia bukanlah cita-cita seorang Jemima Djatmiko. Perempuan kelahiran Jakarta, 21 November 1980 itu tak pernah membayangkan akan berprofesi sebagai atlet crossfit profesional.
Awal kecintaan Jemima pada crossfit terjadi pada 2013 saat ia mulai merasa bosan dengan latihan fisik di gym atau tempat kebugaran. Di tengah kebosanan itu, Jemima menemukan olahraga yang tepat untuk ia lakukan, yaitu crossfit.
“Saya memulai crossfit dengan alat-alat yang saya temui di sekitar. Mulai dari dorong-dorong ban sampai seret-seret pipa pralon, tapi semuanya di luar rumah. Saya rasa seru sekali,” ucap Jemima kepada INDOSPORT dalam acara workout bersama komunitas olahraga Yogyakarta di Lapangan Karang, Kotagede, Sabtu (29/6/19).
Terlanjut jatuh cinta pada crossfit, Jemima semakin aktif menggeluti latihan fisik yang ekstrem secara serius. Tak hanya menjadi trainer, pemilik hobi traveling itu juga merupakan atlet crossfit profesional.
Beragam kejuaraan ketahanan fisik telah ia ikuti. Pada 2013, 2014, dan 2015, Jemima berpartispasi dalam kompetisi CrossFit Games Open dan berhasil menjadi juara, khusus edisi 2015 ia dianugerahi gelar The Fittest Woman in Indonnesia atau Wanita Terkuat di Indonesia.
“Saya dari dulu tidak pernah bermimpi mendapatkan gelar itu. Artinya, gelar itu bukanlah sesuatu yang saya inginkan sejak awal menggeluti olahraga crossfit. Tapi ketika saya ikut kompetisi kemudian menang dan diberi titel itu, ya saya bersyukur saja,” papar Jemima.
Meski kini dinobatkan sebagai wanita terkuat di Indonesia, namun Jemima merasa ia belum pantas. Baginya, titel Wanita Terkuat di Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang diberikan padanya.
“Saya hingga saat ini merasa belum pantas mendapatkan gelar itu. Saya menganggapnya sebagai berkah Tuhan dan saya sangat bersyukur bisa mendapatkannya,” pungkas wanita yang berangan-angan memiliki CrossFit Box sendiri tersebut.