INDOSPORT.COM - Rage quit adalah istilah untuk seorang player yang keluar dari pertempuran karena suatu alasan tertentu. Baru-baru ini di ajang kualifikasi turnamen terbesar dari game eSports Dota 2, yaitu TI 9 seorang pemain tim Gambit Esports melakukan Rage Quit setelah mendapatkan gank dari lawanya.
Bila dilihat dari video berikut drama rage quit ini bermula ketika Andrey “Afoninje” Afonin yang bermain sebagai Carry tim mendapatkan gank dari para pemain WINSTRIKE, dan para pemain tim Gambit tidak membantu karena tengah melakukan high ground defend.
Para pemain lainya melakukan high ground defend karena tim Winstrike telah mendapat mid lane barrack dari tim Gambit, sedangkan Afoninje sedang melakukan split push atau melakukan penyerang tower musuh secara diam-diam, namun ternyata ia malah tertangkap dan mendapatkan gank.
Setelah mendapatkan gank dari Winstrike dan menyebabkan heronya mati, Afoninje secara mengejutkan mengetik “ Good Game, Well Played” sebagai tanda bahwa ia sudah menyerah, dan mengakui keunggulan dari Winstrike serta langsung melakukan diskoneksi dari permainan.
Padahal di match tersebut Afoninje masih memiliki buy back dan bisa saja melakukan buy back, sehingga ia masih bisa membantu rekan-rekannya, namun ia malah memilih untuk rage quit. Sontak hal ini menjadi sorotan karena tindakan rage quit ini dilakukan oleh seorang pro player di ajang sekelas The International.
Nasib buruk pun terus menghantui Gambit di match selanjutnya, setelah mereka kalah dari tim papan bawah Fly ToMoon. Dengan hasil tersebut tim Gambit Esports pun harus puas di posisi 5 dan tidak lolos ke babak selanjutnya pada ajang Qualifier The International 2019 Region CIS.