In-depth

Terbaru Pebulutangkis Lakshya Sen, Para Atlet Ini Terseret Dugaan Pemalsuan Umur

Rabu, 14 Desember 2022 18:05 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Indra Citra Sena
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Byron David Castillo didiskualifikasi dari skuad timnas Ekuador yang tampil ajang akbar sepak bola Piala Dunia 2022 karena kasus pemalsuan dokumen. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Byron David Castillo didiskualifikasi dari skuad timnas Ekuador yang tampil ajang akbar sepak bola Piala Dunia 2022 karena kasus pemalsuan dokumen.
Byron David Castillo

3. Byron David Castillo (Sepak Bola)

Senasib dengan Lakshya Sen (Bulutangkis) dan Gali Freitas (Sepak  Bola), bek timnas sepak bola Ekuador di Piala Dunia 2022, Byron David Castillo Segura diduga terlibat dalam pemalsuan umur.

Byron Castillo diduga terlibat melakukan penipuan dokumen yang menyatakan bahwa dia lahir di Tumcao, Kolombia, bukan dari Ekuador.

Byron Castillo mengaku menggunakan akta kelahiran palsu dalam pengakuan tahun 2018 yang diduga ditutup-tutupi oleh Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF).

Kasus tersebut diangkat kembali dan dibawa ke Komisi Banding FIFA setelah Chile dan Peru yang finis di bawah Ekuador dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Conmebol, langsung melayangkan protes.

Dari penyelidikan yang dilakukan, Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) memutuskan bahwa Byron David Castillo terbukti bersalah atas dugaan itu.

Dampaknya adalah Byron David Castillo didiskualifikasi dari skuad timnas Ekuador yang tampil ajang akbar sepak bola Piala Dunia 2022.

Tak hanya itu, CAS menghukumum Ekuador dengan mengurangi tiga poin dalam kualifikasi Piala Dunia berikutnya, hingga denda sebesar 100 ribu Swiss Franch (sekitar Rp1 miliar).

Demikian tiga atlet yang diduga melakukan pemalsuan umur, dimulai dari Lakhsya Sen (bulutangkis), Gali Da Costa Freitas (Sepak Bola), dan Byron David Castillo (Sepak Bola).

Dari tiga kasus tersebut, tentunya menjadi pembelajaran bagi atlet lain bahwa pemalsuan umur menjadi yang terlarang dalam semua cabor apapun.

Karena dampaknya pun tidak main-main, bisa berujung sanksi maupun maupun sanksi untuk federasi yang tentunya sangat merupakan.