MotoGP

Lika-liku Perjalanan Marquez Meraih Gelar Juara Dunia MotoGP 2019

Minggu, 6 Oktober 2019 18:45 WIB
Penulis: Ridi Fadhilah Khan | Editor: Arum Kusuma Dewi
© MotoGP
Marc Marquez melakukan selebrasi sebagai juara dunia ke 8 kalinya Copyright: © MotoGP
Marc Marquez melakukan selebrasi sebagai juara dunia ke 8 kalinya

INDOSPORT.COM - Marc Marquez resmi mengunci gelar juara dunia musim 2019 usai memenangkan seri MotoGP Thailand, Minggu (06/10/19). 

Bertanding di Sirkuit Buriram, Thailand, Marquez harus bersusah payah meraih kemenangan setelah pembalap tim satelit Yamaha, Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo memberikan persaingan yang sengit.

Bahkan, di sisa balapan, keduanya saling salip-menyalip hingga pada akhirnya dimenangkan oleh Marquez. Sedangkan Fabio di tempat kedua dan di tempat ketiga diisi oleh Maverick Vinales.

Dengan keberhasilannya menempati podium pertama di Thailand, Marquez juga sukses mengunci juara dunia pada musim ini, sekaligus memastikan gelar juara keenamnya sepanjang karier Baby Alien di dunia MotoGP, walau masih menyisakan empat seri lagi.

Walau begitu, Marquez sejatinya harus bersusah payah untuk meraih gelar juara tersebut. Bagaimana tidak, sepanjang musim 2019, banyak sekali rintangan-rintangan yang harus dilalui oleh pembalap Spanyol tersebut.

Seperti apakah rintangan-rintangan tersebut? Berikut INDOSPORT jabarkan bagaimana perjalanan Marquez dalam mendapatkan gelar juara dunia pada MotoGP musim 2019.

Inkonsisten di 3 Seri Awal

© INDOSPORT
Marc Marquez sebelum balapan di MotoGP 2019 Qatar. Copyright: INDOSPORTMarc Marquez sebelum balapan di MotoGP 2019 Qatar.

Mengawali musim 2019, Marquez gagal memberikan catatan manis saat mengikuti seri pembuka Qatar di sirkuit Losail. Pada seri tersebut, ia hanya mampu menempati peringkat kedua. Kalah dari pembalap Ducati, Andrea Dovizioso yang tampil apik.

Salip-menyalip antara Dovi, Marquez, serta Cal Crutchlow tidak bisa dihindarkan lagi sepanjang seri ini berlangsung. Khususnya untuk Dovi dan Marquez.

Sayang, The Baby Alien tak kuasa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan usai Dovi unggul tipis 0,023 dari dirinya.

Kebangkitan Marquez dan Awal Mula Dominasi

© Twitter/@MotoGP
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez terjatuh di MotoGP Amerika Serikat, Senin (15/04/19) dini hari WIB, di Circuit of the Americas, Austin. Copyright: Twitter/@MotoGPPembalap Repsol Honda, Marc Marquez terjatuh di MotoGP Amerika Serikat, Senin (15/04/19) dini hari WIB, di Circuit of the Americas, Austin.

Nasib berbeda justru dialami oleh Marquez pada seri kedua di Argentina. Sepanjang balapan, ia melenggang mulus tanpa hambatan, dan sukses mengakhiri seri dengan raihan podium pertama. Ini menjadi kemenangan perdana The Baby Alien pada musim ini.

Alih-alih ingin melanjutkan tren positif tersebut. Marquez justru harus menelan hasratnya setelah terjatuh saat mengikuti MotoGP seri Amerika. Alhasil, ia harus berakhir dengan catatan did not finish (DNF).

Namun, nasib sial tersebut berhasil dibalaskan oleh Marquez pada dua seri selanjutnya di Spanyol dan Prancis. Sejak itulah dominasi rival Valentino Rossi ini kian menjadi-jadi, walau di beberapa seri dirinya gagal naik podium pertama.

Terhitung sampai seri Thailand, Marquez telah naik podium sebanyak delapan kali. Di mana catatan terbaiknya ialah tiga kemenangan beruntun dari seri San Marino, Aragon dan Thailand.

Kontroversi Selama 2019

© INDOSPORT
Duel antar Marc Marquez dan Valentino Rossi. Copyright: INDOSPORTDuel antar Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Berbicara Marquez, maka tak bisa lepas dari kontroversi. Bagaimana tidak, The Baby Alien memang dikenal dengan salah satu pembalap yang kental dengan kontroversi setiap musimnya.

Pada musim 2019 sendiri, Marquez beberapa kali diketahui melakukan sejumlah kontroversi--di mana paling banyak kontroversinya adalah berseteru dengan pembalap lainnya.

Seperti halnya ketika di seri Catalunya. Marquez tertangkap kamera sedang memarahi rekan setimnya, Jorge Lorenzo saat sesi tes bebas ketiga.

Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, tampak jelas Marquez mengangkat tangannya, seperti memberi kode ketidaksukaannya atas aksi Lorenzo yang menghalanginya.

Dari semua itu, yang paling menyita perhatian ialah perseteruannya dengan Valentino Rossi saat seri San Marino ketika keduanya saling bersenggolan di kualifikasi.

Baik Marquez ataupun Rossi sama-sama saling menyalahkan satu sama lain atas kejadian tersebut. Ini bukan kali pertama kedua pembalap tersebut bersitenggang. Pada musim-musim sebelumnya, mereka sudah sering saling menyalahkan seperti ini.