Formula 1

Efek Nyata Virus Corona, Schumacher Sebut 2 Tim F1 Bakal Bangkrut

Jumat, 1 Mei 2020 08:05 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Indra Citra Sena
© MOTORSPORT GRAND PRIX
Adik Michael Schumacher, Ralf Schumacher, memprediksi akan ada dua tim Formula 1 (F1) yang bangkrut jika jadwal balapan musim ini kembali berantakan. Copyright: © MOTORSPORT GRAND PRIX
Adik Michael Schumacher, Ralf Schumacher, memprediksi akan ada dua tim Formula 1 (F1) yang bangkrut jika jadwal balapan musim ini kembali berantakan.

INDOSPORT.COM - Adik Michael Schumacher, Ralf Schumacher, memprediksi ada dua tim Formula 1 (F1) yang akan bangkrut jika balapan musim ini tak bisa berlangsung sesuai rencana.

FIA dan F1 sendiri sebelumnya resmi mengumumkan bahwa balapan pada musim 2020 akan dimulai pada awal Juli nanti, dengan seri balapan perdana akan berlangsung di GP Austria pada 5 Juli nanti.

Namun menurut Schumacher, jadwal tersebut bisa saja berubah jika wabah virus corona yang tengah menjadi masalah global tak kunjung membaik. Tak hanya itu, jika balapan tersebut tak berjalan sesuai rencana, dua tim F1, yakni Williams dan Haas bakal bangkrut akhir tahun nanti.

“Jika balapan tak berlangsung sesuai rencana, saya tidak tahu bagaimana Williams atau Haas bisa bertahan. Mereka bisa saja bangkrut karena didera krisis dan juga meninggalkan kejuaraan F1,” ujar Ralf Schumacher, dilansir dari laman GrandPx.

Selain itu, Schumacher turut mengatakan bahwa tim-tim besar juga bisa mengalami masalah yang sama, termasuk tim papan atas sekaligus juara konstruktor Mercedes.

“Saya juga percaya tim besar termasuk Mercedes bisa saja meninggalkan F1 karena krisis pada akhir tahun nanti. Lihat saja apa yang dialami oleh tim BMW sekitar 10 tahun lalu,” tambahnya.

Diketahui terdapat enam tim F1, yakni McLaren, Haas, Williams, Alfa Romeo, Racing Point, dan Renault, yang telah memutuskan untuk memotong gaji serta merumahkan karyawannya.

Enam tim tersebut terpaksa memotong gaji dan memulangkan mereka terhitung sejak 1 April hingga akhir Mei. Namun keputusan tersebut bisa diubah kapan saja dan lebih lama jika pandemi global virus corona tak kunjung reda.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%