MotoGP

Mantan Bos Honda Beberkan Borok Kelakuan Casey Stoner

Selasa, 19 Mei 2020 13:01 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Lanjar Wiratri
© Getty Images
Mantan bos tim Repsol Honda, Livio Suppo membeberkan borok kelakuan Casey Stoner, yang sangat bertolak belakang dengan Marc Marquez. Copyright: © Getty Images
Mantan bos tim Repsol Honda, Livio Suppo membeberkan borok kelakuan Casey Stoner, yang sangat bertolak belakang dengan Marc Marquez.

INDOSPORT.COM – Mantan bos tim Repsol Honda, Livio Suppo membeberkan borok kelakuan Casey Stoner. Ia juga mengungkapkan bahwa sifatnya sangat bertolak belakang dengan Marc Marquez.

Suppo terbilang sosok penting bagi Stoner dalam meraih dua gelar juara dunia MotoGP yakni saat membela Ducati dan Honda. Ia tentu paham betul bagaimana sifat mantan pembalap asal Australia tersebut, dan sempat membandingkannya dengan Marc Marquez.

Menurutnya, Stoner memiliki kelakuan cukup buruk saat berada di bawah tekanan, di mana ia bisa begitu marah saat berada di situasi sulit. Sementara Marquez sendiri meski memiliki ambisi yang begitu besar, ia bisa tetap bersikap tenang.

“Marc Marquez memiliki kelebihan yakni dia tahu bagaimana tetap bersikap tenang meski dalam situasi sulit. Sedangkan Casey Stoner kebalikannya, saat menemui kesalahan, dia bisa begitu marah. Jika berada dalam satu tim, Stoner akan tersiksa dengan kepribadian Marquez,” ujar Livio Suppo, dilansir dari laman GP One.

Selain itu, Livio Suppo juga mengungkapkan bahwa jika Stoner bisa mengendalikan emosinya, bisa saja peraih dua gelar juara MotoGP itu bisa menyabet gelar lainnya.

“Usai duel dengan Rossi di Laguna Seca, Stoner sangat marah dan kemudian di Brno dan Misano dia menjatuhkan diri. Kehilangan gelar pada 2008 karena terlalu memaksa, padahal ada batasnya. Jika dia lebih tenang, dia bisa saja kembali meraih 2 gelar lagi,” tambahnya.

Casey Stoner sendiri akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2012, lantaran ingin lebih fokus dan menghabiskan waktu bersama keluarga, selain juga untuk lebih mengutamakan pemulihan atas penyakit anemia akut yang ia derita selama kariernya di MotoGP.