Formula 1

Schumacher Bisa Membalap di Ajang Formula 1 Lebih Cepat

Kamis, 28 Mei 2020 10:16 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Dan Mullan/Getty Images
Mantan pembalap Formula 1 (F1), Nick Heidfeld mengungkapkan bahwa Mick Schumacher bisa melakukan debutnya untuk membalap di kejuaraan kelas utama lebih cepat. Copyright: © Dan Mullan/Getty Images
Mantan pembalap Formula 1 (F1), Nick Heidfeld mengungkapkan bahwa Mick Schumacher bisa melakukan debutnya untuk membalap di kejuaraan kelas utama lebih cepat.

INDOSPORT.COM – Mantan pembalap Formula 1 (F1), Nick Heidfeld mengungkapkan bahwa Mick Schumacher bisa melakukan debutnya untuk membalap di kejuaraan kelas utama lebih cepat.

Putra Michael Schumacher tersebut saat ini diketahui masih akan membalap di kejuaraan Formula 2 satu musim lagi, untuk memantapkan performanya. Namun, menurut Heidfeld, debutnya di ajang F1 bisa saja terjadi lebih cepat.

Heidfeld mengatakan bahwa jika balapan musim ini bisa berlangsung, maka bisa saja Mick akan berpeluang bergabung dengan tim Alfa Romeo untuk menggantikan Antonio Giovinazzi yang penampilannya tak cukup memuaskan.

“Saya tak terkejut jika melihat Mick Schumacher di tim Alfa Romeo pada pertengahan musim ini. Jika dia mampu tampil hebat di F2, maka posisi Antonio Giovinazzi akan berbahaya dibandingkan pada musim lalu,” ujar Nick Heidfeld, dilansir dari laman Sky Sports.

Mick Schumacher sendiri memiliki target tinggi di Formula 2 2020. Setelah menjalani balapan yang sulit saat musim debutnya pada 2019 dan hanya menduduki posisi ke-12 di klasemen akhir tahun lalu, kini Mick percaya diri bahwa ia bisa meningkatkan performa terbaiknya di musim ini.

Tak hanya itu, ia juga sangat percaya diri bakal tampil impresif dengan memiliki target tinggi yakni bersaing dengan pembalap papan atas agar bisa naik ke posisi puncak klasemen, dan akhirnya bisa menjalani musim debutnya di ajang F1.

Sekadar informasi, kejuaraan F1 akan kembali bergulir pada awal Juli mendatang setelah beberapa seri balapan harus ditunda dan dibatalkan akibat terkena imbas wabah virus corona.

1