Formula 1

Ramai Kasus Novak Djokovic di Australian Open, F1 GP Australia Wajibkan Vaksin

Minggu, 23 Januari 2022 22:41 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Nugrahenny Putri Untari
© Formula 1.com
Ajang F1 GP Australia 2022 akan menerapkan aturan wajib vaksin untuk siapa pun dan makin diperketat usai ramai kasus Novak Djokovic di Australian Open 2022 kemarin. Copyright: © Formula 1.com
Ajang F1 GP Australia 2022 akan menerapkan aturan wajib vaksin untuk siapa pun dan makin diperketat usai ramai kasus Novak Djokovic di Australian Open 2022 kemarin.

INDOSPORT.COM – Ajang F1 GP Australia 2022 akan menerapkan aturan wajib vaksin untuk siapa pun dan makin diperketat usai ramai kasus Novak Djokovic di Australian Open 2022 kemarin.

Nama Novak Djokovic menjadi sorotan setelah ia dianggap memicu kegaduhan publik. Hal ini berawal dari sikap tegasnya yang kekeuh tak mau divaksin.

Djokovic nekat terbang ke Australia setelah mengantongi pengecualian vaksinani Covid-19 dari Tennis Australia (TA) dan Pemerintah Negara Bagian Victoria melalui panel pribadi.

Meski demikian, pengecualian vaksinasi tak berlaku di Australia, dengan pemerintah setempat akan langsung mendeportasinya jika tak bisa menunjukkan dokumen keabsahan tentang vaksin Covid-19.

Ia kemudian dianggap gagal menunjukkan bukti terkait izin masuk ke Australia, dan membuatnya di tahan di sebuah hotel khusus. Setelah beberapa upaya untuk tetap tampil di Australia Open 2022 terus gagal, Novak Djokovic akhirnya resmi dideportasi.

Tak ingin mengulang kasus serupa, Australia pun makin memperketat pengawalannya terutama untuk atlet yang bandel dan tak patuh dengan aturan setempat yang berlaku, termasuk para pembalap F1.

F1 GP Australia akan memberlakukan larangan menyeluruh kepada atlet yang tak vaksin lengkap. Hal ini diungkapkan oleh ketua F1 GP Australia, Andrew Westacott.

"Aturannya sederhana untuk masuk ke negara ini dan aturannya mudah dioperasikan di Formula 1," kata Westacott, dilansir dari ABC News.

"Untuk datang ke F1 GP Australia, Anda harus 100 persen telah divaksinasi dan tidak akan ada pengecualian yang diminta untuk siapa pun dari siapa pun,” tambahnya.