Sukses di Asian Games 2018, Menpora Perjuangkan Pencak Silat Dipertandingkan di Olimpiade

Kamis, 25 Oktober 2018 12:46 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Lanjar Wiratri
© Kemenpora
Atlet pencak silat, Puspa Arum Sari, saat memamerkan gerakan pencak silat di Belanda. Copyright: © Kemenpora
Atlet pencak silat, Puspa Arum Sari, saat memamerkan gerakan pencak silat di Belanda.

INDOSPORT.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, tengah memperjuangkan cabang olahraga bela diri asli Indonesia yakni pencak silat agar bisa di pertandingkan di Olimpiade. Menteri yang akrab disapa Cak Imam itu lantas menghadiri pertemuan federasi pencak silat dunia di Den Haag, Belanda, Rabu (24/10/18) kemarin. 

Dalam pertemuan tersebut, Menpora mewakili pemerintah Indonesia untuk mendorong 49 negara yang ikut dalam federasi pencak silat mendukung langkah itu. Apalagi, pencak silat untuk pertama kalinya telah dipertandingkan di level internasional pada Asian Games 2018 lalu. 

Menpora tak ingin momentum pencak silat di Asian Games terus berlanjut dan pencak silat bisa masuk cabang olahraga di Olimpiade. 

"Pemerintah Indonesia dengan bangga mengenalkan pencak silat kepada dunia. Pencak silat terdiri dari empat aspek yakni olahraga, bela diri, seni budaya, dan mentap spiritual. Keempat aspek itulah yang membuat pencak silat memukau dan bisa diterima masyarakat internasional," kata Menpora lewat keterangan resmi yang diterima INDOSPORT.

© Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi dalam pertemuan Federasi Pencak Silat dunia di Belanda. Copyright: KemenporaMenpora Imam Nahrawi dalam pertemuan Federasi Pencak Silat dunia di Belanda.

Bukan tanpa alasan Menpora mendorong pencak silat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Pasalnya, cabor ini bisa jadi salah satu andalab Indonesia, terbukti di ajang Asian Games 2018, Indonesia mendulang 14 emas dari 16 nomor pertandingan.

Penambahan keanggotaan federasi yang saat ini berjumlah 49 memang merupakan syarat mutlak agar pencak silat bisa masuk ke Olimpiade. Pasalnya, IOC (Komite Olimpiade Internasional) mematok persyaratan minimal terdapat 70-75 negara anggota agar pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade.

"Untuk masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan berhenti mendorong pencak silat ke pentas dunia. Kemenpora bersama Kemenlu nanti akan terus bekerja bersama-sama mengembangkan ke negara-negara lainnya," sambung Menpora.

Saat ini tercatat ada 49 anggota (negara) yang bergabung dengan federasi pencak silat dunia. Jumlah tersebut didominasi dari Asia dan Eropa dengan rincian 18 negara dari Asia dan 15 negara dari Benua Biru.

18 negara dari kawasan Asia tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Korea, India, Laos, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakstan, Tajikistan, Turmenistas, dan Kyrgyztan.

Sedangkan anggota dari Eropa terdiri dari Austria, Belgia, Belanda, Bosnia, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swiss, Turki, dan Britania Raya.

Selanjutnya, anggota terbanyak ketiga berasal dari Timur Tengah dengan jumlah tujuh negara. Diantaranya adalah Yordania, Kuwait, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dari benua Amerika diwakili empat negara yakni Kanada, Chile, Amerika Serikat, dan Suriname. Tiga anggota dari Afrika yaitu Mesir, Maroko, Afrika Selatan. Serta dua dari Oseania yakni Australia dan Selandia Baru.

Terus Ikuti Berita Sport Lainnya di INDOSPORT 
 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%