Pertaruhan Karier dan Bukti Cinta Andy Murray
Meski dalam kondisi pikiran yang tidak baik, Murray berhasil melaju ke laga final Australi Terbuka 2016 dan berjumpa Novak Djokovic. Pertemuan tersebut tidak serta merta menjadi pertandingan yang ringan, sebab data statistik pertemuan tidak berpihak pada petenis asal Inggris Raya itu. Terbukti, Murray harus rela dipecundangi Djokovic dengan kekalahan tiga set langsung, 6-1, 7-5, dan 7-6.
Pernyataan mengejutkan pun dia lontarkan saat memberikan ucapan di atas mimbar Australia Terbuka setelah penyerahaan piala dan karangan bunga. Murray menyatakan rasa terima kasih atas dukungan Kim selama dua minggu terakhir dengan sedikit mata berkaca-kaca.
"Kau sebuah legenda dalam dua minggu terakhir. Terima kasih atas dukungannya dan saya akan pulang pada penerbangan berikutnya,” ungkap Murray seperti dikutip The Guardian.
Hal itupun benar dilakukannya setelah prosesi penyerahan piala selesai. Murray langsung melaju menuju bandara Tullamarine dengan melintasi kota Melbourne yang telah kosong untuk mengejar penerbangan jam 1 pagi waktu setempat.
Memang terlihat amat terburu-buru. Rasa letih pasca pertandingan final pun dia singkirkan jauh-jauh demi secepat mungkin bertemu sang istri. Namun, rencana tersebut rupanya telah dia siapkan sejak lima hari sebelum laga puncak.
"Saya ingin segera pulang saat ini. Terlepas dari hasil hari ini, itu sudah sulit. Seandainya saya kalah pada putaran ketiga atau keempat tetap saja akan sulit dengan semua yang terjadi. Saya sudah memesan satu penerbangan selama lima hari,” ucap pria kelahiran 15 Mei 1987.
"Dia (Kim) luar biasa, mengatasi segala sesuatu dengan sangat baik. Saya harus berterima kasih kepadanya karena mengizinkan saya untuk bermain dan tinggal di sini dengan segala sesuatu yang berlangsung,” sambungnya.
Beruntung, dia pun dapat pulang dengan selamat dan tak sedikitpun kehilangan momen penting di saat-saat persiapan kelahiran anak pertama yang terjadi pada 9 Februari, atau sembilan hari setelah ajang Australia Terbuka