Pertaruhan Karier dan Bukti Cinta Andy Murray
Beban akan ketakutan tak bisa berada di samping Kim runtuh seketika setelah dapat menyaksikan kelahiran Sophia Olivia secara langsung. Buah hati dari hasil kasih sayang mereka menjadi pewarna baru di dalam kehidupan rumah tangga.
Dapat menggendong dan terbangun di tengah malam karena tangis Sophia yang lapar pun dapat dirasakan Murray dengan baik. Bahkan, usai mengalahkan Kei Nishikori di Piala Davis pada 6 Maret lalu, dia dengan cepat bergegas pulang usai pertandingan demi menemani buah hati tidur.
"Saya akan pulang untuk mandi, lalu akan menemani ia tidur, bukan Kim, tapi bayi saya," ujar Murray penuh senyum dan canda.
Tidak hanya di Piala Davis dia menegaskan isi kepalanya yang selalu dihinggapi Sophia. Setelah tersingkir di ajang Indian Wells, Murray tak sedikitpun menunjukan raut dan ucapan penyesalannya dari kekalahan itu. Justru dia ingin pulang dan segera bermain dengan sang anak.
"Saya melihatnya mereka (Sophia dan Kim) dalam beberapa hari, ya akan menyenangkan. Saya tidak harus khawatir tentang bagaimana saya bermain," kata Murray seperti dikutip dari Tennis.com, 15 Maret 2016.
Bagi Murray, kini Sophia hal utama, istri hal kedua, dan karier akan selalu berada di bawah kepentingan keluarga. Setidaknya hal itu sudah terbukti sejak keikhlasannya untuk segera meninggalkan pertandingan demi menanti kelahiran anak pertama dan tak peduli kalah di Indian Wells asal bertemu Sophia dan Kim.
Seorang pria sejati mencintai istrinya, dan menempatkan keluarganya sebagai hal yang paling penting dalam hidup. Itulah yang tergambar pada tingkahlaku Murray saat ini.