In Depth Sports

Kevin/Marcus, Si Pemilik Gaya 'Catenaccio' di Bulutangkis Layaknya Sepakbola Italia

Selasa, 6 Desember 2016 14:00 WIB
Editor: Ramadhan
© PBSI
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Copyright: © PBSI
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
Mental Petarung Kevin/Marcus

Kevin/Marcus jelas pantas dianggap memiliki kemampuan yang berbeda jika dibandingkan dua pasangan ganda putra lainnya yang diproyeksikan sebagai penerus Hendra/Ahsan, Angga/Ricky dan Rian/Berry.

Kevin/Marcus boleh dibilang memiliki tingkat kematangan dan kedewasaan permainan di atas rata-rata. Sebagai pasangan, keduanya sangat cepat beradaptasi dan saling mengerti saat tampil di atas lapangan.

Bahkan, perbedaan gaya bermain Kevin/Marcus dengan Angga/Ricky diungkapkan oleh pasangan ganda putra unggulan asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.

Yong Dae/Yeon Seong menyebut Kevin/Marcus dan Angga/Ricky yang berhasil mereka kalahkan di pentas Indonesia Open 2016 pada Juni lalu itu, memiliki permainan yang sangat berbeda.

Menurut Yong Dae/Yeon Seong, perbedaan Kevin/Marcus dan Angga/Ricky terletak pada kecepatan dan kontrol bola. Yeon Seong mengungkapkan, Kevin/Marcus memiliki kekuatan dan pola permainannya lebih dalam hal kecepatan.

Sedangkan Angga/Ricky memiliki cara bermain dan kekuatan yang berbeda dengan Kevin/Marcus. Angga/Ricky dianggap memiliki kekuatan dalam kontrol bola.

Yeon Seong menilai, dari dua laga yang dijalani melawan kedua pasangan Indonesia itu, kecepatan Kevin/Marcus lebih baik daripada Angga/Ricky.

 “Kemarin kami juga melawan pemain Indonesia. Pemain Indonesia yang kemarin (Angga/Ricky) memiliki kontrol bola yang lebih bagus,” kata Yeon Seong di Indonesia Open 2016, Kamis (02/6/16).

“Kalau hari ini, pemain Indonesia lebih cepat dalam rotasi dan perputaran permainan. Jadi bisa dibilang hari ini lawannya lebih sulit dibanding kemarin,” sambungnya.

Bahkan pelatih pasangan ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi menyebut Kevin/Marcus punya kelebihan lain, khususnya dalam urusan mental bertanding.

“Mereka seperti petarung yang tak pernah takut akan lawan. Di lapangan, salah satunya terlihat jika Kevin/Marcus dalam situasi tertinggal poin. Mereka tidak panik sebelum pertandingan selesai,” kata Herry Iman Pierngadi seperti dikutip dari Kompas.

Mental petarung Kevin/Marcus benar-benar teruji di pentas China Open 2016 kemarin. Menghadapi unggulan pertama tuan rumah China yang memiliki permainan cepat, Hong Wei/Chai Biao di babak semifinal, Kevin/Marcus menang 16-21, 26-24, 21-19.

Pada pertandingan tersebut, terlihat jelas bagaimana Kevin/Marcus tampil tanpa tekanan dan berhasil mengendalikan permainan meski sang lawan mendapatkan dukungan penuh dari suporter tuan rumah. Kemenangan fantastis itulah yang akhirnya mengantarkan Kevin/Marcus ke final dan meraih juara.

1.1K