INDOSPORT.COM - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Istilah itu agaknya tepat untuk menggambarkan bakat Dounia Pelupessy.
Dounia Pelupessy merupakan seorang atlet bulutangkis Swiss yang memiliki keturunan Indonesia. Darah Indonesia Dounia didapat dari sang ayah yang bernama Pierre Pelupessy.
Pierre adalah orang Indonesia yang tumbuh besar di Belanda. Ia meniti karier sebagai atlet bulutangkis di Swiss. Berkat kegigihannya, Pierre Pelupessy sempat menduduki peringkat ke-13 di dunia.
Setelah gantung raket, Pierre memutuskan untuk menjadi pelatih bulutangkis di Swiss. Bakatnya kini turun ke sang putri tercinta, Dounia Pelupessy.
Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Dounia sudah tampil di sejumlah turnamen bulutangkis. Ia biasanya turun di sektor tungga putri. Yonex German Junior 2020 adalah turnamen bulutangkis terakhir yang diikuti oleh Dounia Pelupessy.
Dalam turnamen yang digelar pada 4-8 Maret itu, Dounia tersingkir di babak 64 besar lantaran kalah dari tunggal putri Korea Selatan, Hee Su Jung.
Kini Dounia Pelupessy pun merasakan dampak virus corona lantaran banyak turnamen bulutangkis ditunda. Berikut sederet potret cantik Dounia Pelupessy yang telah dihimpun oleh INDOSPORT.
Masih meniti karier, Dounia kini menduduki peringkat 469 dunia
Selalu totalitas saat bertanding
Selain tampil di tunggal putri, ia juga terjun di sektor ganda putri
Rambut kepang jadi gaya khas Dounia Pelupessy
Penuh konsentrasi untuk meraih kemenangan