Kisah Teror 17 Tahun dan Ancaman Pembunuhan ke Juara Indonesia Open Gillian Clark

Selasa, 16 Juni 2020 07:20 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© badmintonengland.co.uk
Gillian Clark, atlet bulutangkis juara Indonesia Open asal Inggris, memiliki kisah pahit diteror selama 17 tahun hingga mendapat ancaman pembunuhan. Copyright: © badmintonengland.co.uk
Gillian Clark, atlet bulutangkis juara Indonesia Open asal Inggris, memiliki kisah pahit diteror selama 17 tahun hingga mendapat ancaman pembunuhan.

INDOSPORT.COMGillian Clark, atlet bulutangkis juara Indonesia Open asal Inggris, memiliki kisah pahit diteror selama 17 tahun hingga mendapat ancaman pembunuhan.

Menjadi seorang atlet bulutangkis sukses tak selamanya selalu menghadirkan kisah manis dalam kehidupan. Selayaknya manusia biasa, sejumlah atlet bulutangkis ternama juga kerap mendapatkan masalah dalam hidupnya.

Bahkan, tak jarang masalah yang timbul justru lebih berat dari kebanyakan orang, seperti yang dialami legenda bulutangkis Inggris, Gillian Clark.

Dengan latar belakangnya sebagai salah satu pebulutangkis tersukses asal Inggris, Clark dewasa ini dikenal juga sebagai seorang komentator bulutangkis tersohor di dunia yang masyhur dengan kata-katanya ‘I don’t believe it’.

Namun, di tengah popularitasnya itu yang terus terjaga hingga usia menginjak 58 tahun kini, ada kisah pahit yang sempat mewarnai kehidupan Gillian Clark. Dirinya sempat mengalami teror dari seseorang yang tak dikenalnya lebih dari 17 tahun. Bahkan, dalam satu kesempatan, orang yang menerornya itu sampai memberikan ancaman pembunuhan.

Kisah Gillian Clark

Kisah teror terhadap Gillian Clark mulai terjadi pada tahun 2001 silam. Teror itu muncul setelah seorang bernama Susan Maynard berulang kali menghubunginya lewat panggilan telepon.

Susan Maynard sendiri sebenarnya tak mengenal Gillian Clark secara personal. Namun, sejak dirinya sempat bekerja membangun taman di rumah juara Indonesia Open 1982 itu, Susan berulang kali terus menghubungi Clark lewat sambungan telepon.

Setelah terus menerus melakukan teror melalui telepon, Susan Maynard sendiri sebenarnya sempat mendapatkan peringatan dari pihak berwajib. Namun, terus menerus dirinya juga mengabaikan peringatan tersebut.

Sampai di suatu kesempatan Susan Maynard yang bertemu Gilliar Clark di jalan, melakukan ancaman pembunuhan terhadap mantan pebulutangkis Inggris itu dengan berkata hendak membekap mulutnya.