In-depth

Alexander Zverev dan Sejarah yang Diukirnya di Olimpiade Tokyo 2020

Senin, 2 Agustus 2021 13:05 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
© REUTERS/Mike Segar
Alexander Zverev saat memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Copyright: © REUTERS/Mike Segar
Alexander Zverev saat memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

INDOSPORT.COM - Alexander Zverev berhasil menggondol medali emas tunggal putra cabor tenis Olimpiade Tokyo 2020 dan mencetak sejarah.

Alexander Zverev akhirnya tampil sebagai juara tunggal putra usai melalui jalan yang cukup terjal, termasuk salah satunya harus menumbangkan unggulan sekaligus petenis yang tengah on fire tahun ini, Novak Djokovic.

Cabor tenis di Olimpiade Tokyo 2020 sendiri memang berlangsung penuh warna-warni, mulai dari banyaknya atlet papan atas yang mengundurkan diri sampai insiden panas terik yang membuat jadwal diundur ke sore hari.

Panasnya cuaca bahkan sampai membuat Daniil Medvedev merasa bisa mati dan Paula Badosa harus meninggalkan lapangan dengan kursi roda.

Dari segala peristiwa tersebut, salah satu yang paling menyita perhatian tentu keberhasilan Alexander Zverev menumbangkan Novak Djokovic untuk akhirnya meraih medali emas di laga hari Minggu (01/08/21).

Ia tampil sebagai pemenang setelah menundukkan petenis ROC (Rusia), Karen Khachanov, di laga final yang digelar di Ariake Tenis Park. Zverev pun menang cukup mudah 6-3, 6-1 dan meraih medali pertamanya di ajang Olimpiade.

“Anda tidak hanya bermain untuk diri sendiri, melaikan bermain untuk negara, dan Olimpiade adalah acara olahraga terbesar di dunia,” ucap Zverev seperti dikutip dari laman resmi ATP.

“Perasaan yang saya miliki sekaran, rasanya tidak ada yang lebih baik dari ini," ucapnya soal berhasil memenangkan medali emas.

Kemenangan ini pun membuat pemuda kelahiran 20 April 1997 tersebut mencetak sejarah hebat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi negaranya, Jerman.

Di Tokyo 2020, Zverev tercatat sebagai pemain pria pertama asal Jerman yang memenangkan gelar tunggal putra Olimpiade.

Sementara itu, seniornya yakni Steffi Graf (Jerman Barat) berhasil menyabet gelar tunggal putri di Olimpiade Seoul 1988, sedangkan Boris Becker/Michael Stich adalah kampiun ganda putra Barcelona 1992.