Tersingkir dari Piala Sudirman, Hendrawan Tulis Pesan Menyentuh

Minggu, 3 Oktober 2021 20:00 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Isman Fadil
© NEW STRAITS TIMES
Hendrawan dan Lee Zii Jia. Copyright: © NEW STRAITS TIMES
Hendrawan dan Lee Zii Jia.

INDOSPORT.COM - Pelatih asal Indonesia yang menukangi timnas Malaysia, Hendrawan menuliskan pesan menyentuh setelah timnya tersingkir dari Piala Sudirman.

Malaysia harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Sudirman setelah kalah 1-3 dari Jepang di babak semifinal, Sabtu (02/10/21).

Tim Jepang memperoleh dua poin beruntun setelah pasangan ganda putra, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi menang 21-15, 21-14 atas Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Kemudian disusul dengan kemenangan tunggal putri, Akane Yamaguchi atas Kisona Selvaduray. Pebulutangkis tunggal putri yang menyandang ranking lima di dunia itu menang telak dengan skor 21-7, 21-5.

Setelah itu giliran anak asuh Hendrawan, Lee Zii Jia yang beraksi. Zii Jia menjadi satu-satunya wakil Malaysia yang mampu meraih kemenangan di babak semifinal Piala Sudirman.

Pemenang medali emas SEA Games 2019 itu jadi sorota setelah berhasil mengalahkan pebulutangkis tunggal putra nomor satu di dunia, Kento Momota.

Lee Zii Jia menang dengan skor 22-20, 21-19 atas Momota. Selanjutnya ganda campuran, Mayu Matsumoto/Misaku Matsutomo jadi penentu kemenangan Jepang.

Mayu/Misaki menang dengan skor 21-19, 21-17 atas Tan Pearly/Thinaah Muralitharan. Dengan demikian Jepang berhak melenggang ke babak final setelah menang 3-1 atas Malaysia.

Melihat perjuangan tim bulutangkis Negeri Jiran, Hendrawan langsung menuliskan pesan menyentuh.

"Jalan masih panjang. Menang tidak perlu dipuji setinggi langit. Kalah tidak perlu diserang/dihantam seperti ditenggelamkan ke dalam air," tulis pelatih asal Indonesia tersebut.

"Semua butuh proses, Champion adalah hasil akhir. Mencoba menikmati semua proses untuk mencapai hasil akhir," pungkasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Hendrawan mengisyaratkan agar tim bulutangkis Malaysia segera bangkit dari keterpurukan dan menatap turnamen selanjutnya.