Tampil Terlalu Agresif Jadi Bumerang Kekalahan Fajar/Rian di Indonesia Open

Sabtu, 27 November 2021 09:24 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Yosef Bayu Anangga
© Humas PP PBSI
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto membeberkan alasan kekalahannya di babak perempat final Indonesia Open 2021. Copyright: © Humas PP PBSI
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto membeberkan alasan kekalahannya di babak perempat final Indonesia Open 2021.

INDOSPORT.COMFajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto membeberkan alasan kekalahannya di babak perempat final Indonesia Open 2021.

Pasangan Fajar/Rian terpaksa harus mengubur impiannya meraih gelar juara Indonesia Open 2021 setelah ditaklukkan Akira Koga/Taichi Saito (Jepang) di babak perempat final, Jumat (26/11/21).

Wakil tuan rumah harus menelan kekalahan lewat rubber games dengan skor 10-21, 21-13, 14-21 atas Koga/Saito di laga yang berlangsung selama 70 menit.

Harapan unggulan keempat untuk mengikuti jejak rekan senegaranya Kevin Sanjaya/Marcus Gideon untuk lolos ke babak semifinal berantakan, setelah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengaku mereka salah strategi.

Fajar/Rian mengaku bahwa mereka terburu-buru sekaligus kaget berhadapan dengan Akira Koga/Taichi Saito yang memiliki pertahanan solid.

"Alhamdulilah pertandingan berjalan lancar tanpa ada yang cedera. Pada pertandingan ini maindset kami terlalu tampil menyerang. Jadi saat bertemu dengan pasangan yang memiliki pertahanan solid, kami terburu-buru ingin mengakhiri pertandingan,” kata Rian, dilansir dari PBSI.

Senada dengan Rian Ardianto, Fajar Alfian mengaku bahwa penampilan agresif atau terlalu menyerang bisa di bilang menjadi bumerang bagi mereka karena pertahanan lawan yang kuat membuat mereka kehilangan banyak tenaga.

“Pada pertandingan ini, kami kurang mengantisipasi pola permainan bertahan mereka, sehingga kami terburu-buru dalam menyerang. Hal itu merugikan kami karena menguras banyak tenaga,” tambah Fajar pasca kalah di Indonesia Open 2021.