Gagal di Korea Masters, Pelatih Sebut 2 Ganda Putra Terjebak Error Sendiri dan Kurang Kontrol

Kamis, 14 April 2022 09:30 WIB
Penulis: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta | Editor:
© badmintonindonesia.org
Pelatih ganda putra PBSI, Aryono Miranat. Copyright: © badmintonindonesia.org
Pelatih ganda putra PBSI, Aryono Miranat.
Evaluasi Pelatih PBSI Aryono Miranat untuk Leo/Daniel dan Pramudya/Yeremia

Aryono Miranat, pelatih yang mendampingi di Korea menyampaikan penyebab kegagalan Leo/Daniel dan Pramudya/Yeremia di babak pertama Korea Masters 2022. 

“Untuk Leo/Daniel hari ini bermain kurang tenang dan kurang kontrol pada saat poin-poin akhir. Pengembalian bola selalu ingin keras baik smash atau drivenya, jadi malah terserang balik,” ucap Aryono Miranat dilansir dari rilis PBSI.

“Bagi Pramudya/Yeremia kurang lebih sama. Di poin-poin akhir pengembalian bolanya kurang bagus akurasinya, jadi lawan lebih mudah mematikan,” sambungnya.

Selain kurang bisa menjaga kontrol permainan, Aryono juga menilah bahwa penyebab kekalahan dua pasangan anak asuhnya itu hampir sama yaitu kurang bisa memanfaatkan kesempatan.

“Dua-duanya hampir sama, pada saat ada kesempatan untuk mendapat poin malah kurang kontrol, kurang tenang. Jadi malah akurasi pengembaliannya tidak bagus. Posisi kita jadi kurang baik, jadi waktu diserang balik mudah dimatikan,” ujar Aryono.

Aryono juga memastikan bahwa kekalahan ini bukan karena jenuh yang melanda tapi murni karena banyak kesalahan sendiri.

“Tidak bisa dikatakan jenuh, justru ini bagus buat mereka bermain dengan lawan yang bervariasi jadi bisa menambah jam terbang,” terang Aryono.

“Permainan sudah cukup baik, hanya saja harus dibenahi ketenangannya, kontrolnya, unforced errornya. Di samping ada beberapa kekurangan dari segi teknik,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, tinggal tersisa dua wakil Indonesia di babak 16 besar. Yaitu, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana (ganda putra) dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran).