Panas! Atletnya Tak Boleh Ikut Turnamen, Pemilik Klub Bulutangkis Indonesia Kritik Pedas PBSI

Minggu, 6 November 2022 20:11 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Indra Citra Sena
© Grafis: Yuhariyanto/INDOSPORT.com
Menerka alasan mengapa PBSI menerapkan aturan ketat untuk syarat atlet ikut turnamen bulutangkis internasional. Copyright: © Grafis: Yuhariyanto/INDOSPORT.com
Menerka alasan mengapa PBSI menerapkan aturan ketat untuk syarat atlet ikut turnamen bulutangkis internasional.
Mengapa Aturan PBSI Begitu Selektif?

Sebenarnya sah-sah saja siapapun bisa mengkritik aturan PBSI yang telah ada, termasuk atlet bulutangkis seperti Andi Fadel Muhammad dan pemilik klub bulutangkis Miftah Fardi Luthfianto maupun Fadel Muhammad.

Namun aturan tetaplah aturan yang harus ditaati mau tidak mau. Sementara kritik dan saran bisa menjadi pertimbangan lain yang juga penting untuk dimusyawarahkan.

PBSI sendiri memang sudah merevisi beberapa aturan baru untuk atlet yang diberikan izin ke suatu turnamen bulutangkis

Disinyalir aturan baru tersebut terjadi salah satunya karena dilatarbelakangi insiden sejumlah pebulutangkis professional atau non pelatnas PBSI pada 2020 yang melakukan match fixing.

Dilansir dari laman BWF, ada beberapa pebulutangkis Indonesia yang saling mengenal, melanggar peraturan integritas BWF terkait pengaturan pertandingan dan manipulasi pertandingan.

Para pebulutangkis Indonesia itu diskors sejak Januari 2020 hingga enam -12 tahun. Mereka juga didenda masing-masing antara Rp 42 juta-168 juta.

Untuk itulah, meski dihantam kritikan oleh beberapa pihak, PBSI sampai sejauh ini masih berpegang teguh dengan regulasi yang ada.

Dewan BWF asal Indonesia, Bambang Roedyanto, bahkan menekankan jika PBSI memiliki banyak alasan terkait regulasi yang ada.

“Sdh tahu yg main judi sampai 12 pemain di Ban? Siapa yang bayar denda akhirnya? bnyk detail loh yg kalian tidak tahu?” tulis Bambang Roedyanto menjawab pertanyaan badminton lovers Indonesia.

Semoga segala permasalahan bisa menemui titik terang. Namun yang jelas, baik PBSI maupun pelaku bulutangkis, tentunya memiliki harapan yang sama untuk Indonesia.

Sumber: Twitter/@@faridluthfianto