In-depth

3 Kelebihan yang Bikin Rehan/Lisa Lebih Diunggulkan daripada Praveen/Melati

Rabu, 9 November 2022 12:25 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
© bwf.official
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Copyright: © bwf.official
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
1. Komunikasi Lancar, No Baper

Salah satu alasan utama mengapa Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti didegradasi dari Pelatnas PBSI ialah karena komunikasi yang buruk dan berdampak di permainan.

Tak jarang, Praveen/Melati kalah dari ganda non-unggulan karena komunikasi yang tidak lancar. Namun, Rehan/Lisa adalah kebalikan dari itu, hubungan mereka sangat harmonis.

Rehan kerap memimpin di lapangan, dan Lisa menerima masukan dari partnernya dengan baik. Hal itu pula yang diajarkan oleh ayah dari Rehan, Tri Kusharjanto.

"Saya selalu bilang ke Rehan, jangan pernah ngambek kalau pasanganmu melakukan kesalahan," ucap Trikus via Jawa Pos.

"Tidak boleh buang muka kalau ada yang salah, kalian harus saling memotivasi dan menguatkan. Dengan begitu, orang bisa menilai kualitasmu," pesan Tri Kusharjanto.

2. Rehan/Lisa Memulai dari Nol

Sebagai pasangan muda yang baru saja promosi di Pelatnas PBSI, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati sama-sama memulai dari nol.

Rehan dan Lisa kini sama-sama berusia 20 tahun. Masih panjang waktu mereka untuk berjuang dan meraih beragam prestasi.

Sementara Praveen Jordan sudah lebih dulu mencapai kesuksesan. Ia pernah menjuarai All England 2016 bersama Debby Susanto.

Tahun 2017, barulah Praveen dipasangkan dengan Praveen Melati. Hal ini membuat chemistry mereka tidak sebagus pemain yang sudah bersama sejak level junior.

Meski demikian, tak dapat dipungkiri jika Praveen/Melati juga banyak meraih prestasi, sejak Denmark Open 2017 hingga terakhir kali bermain di Indonesia Open 2022 lalu.