In-depth

Ada Mutiara Indonesia, 3 Pebulu Tangkis yang Meninggal Tragis di Usia Muda

Sabtu, 16 Desember 2023 12:10 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Nugrahenny Putri Untari
© PBSI
Kematian tidak pernah bisa dicegah oleh siapapun makhluk hidup di bumi, termasuk tiga atlet bulutangkis yang menemui ajalnya dengan tragis di usia muda. Copyright: © PBSI
Kematian tidak pernah bisa dicegah oleh siapapun makhluk hidup di bumi, termasuk tiga atlet bulutangkis yang menemui ajalnya dengan tragis di usia muda.

INDOSPORT.COM – Kematian tidak pernah bisa dicegah oleh siapa pun makhluk hidup di bumi, termasuk tiga atlet bulutangkis yang menemui ajalnya dengan tragis di usia muda.

Mereka adalah Syabda Perkasa Belawa (Indonesia), Syed Modi (India), dan Yu Xiayu (China) yang meninggal dengan kisah masing-masing.

1. Syabda Perkasa Belawa (20 Maret 2023)

Syabda Perkasa Belawa lahir di Pemalang pada 25 Agustus 2021. Sejak kecil dia sudah mencintai bulutangkis dan membuatnya bergabung dengan klub besar PB Djarum.

Sejumlah prestasi diraih olehnya di usia muda, termasuk kala mengantarkan tim bulutangkis Indonesia menyabet medali emas Piala Suhandinata 2019 dan perak Piala Thomas 2022.

Di ajang individu, Syabda Perkasa Belawa juga mampu meraih beragam gelar, dari Lithuanian International 2022, Malaysia International 2022, hingga Iran Fajr International 2023.

Dengan pencapaian itu, Syabda Perkasa Belawa digadang-gadang menjadi pelapis paling potensial bagi Anthony Ginting dan Jonatan Christie.

Nahasnya, nasib tragis menimpa Syabda Perkasa Belawa pada Senin (20/3/23) dini hari WIB saat mobil yang dikendarainya dengan rombongan keluarga mengalami kecelakaan di jalan tol Pemalang.

Syabda Perkasa Belawa dan sang ibunda, Anik Sulistyowati, meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Sementara sang ayah Muanis Hadi Sutamto, kakak Syabda Diana Sakti, dan sang adik Tahta Bathari selamat dengan luka-luka.

Jenazah Syabda dan sang ibunda dimakamkan dengan nenek dari garis ibu yang meninggal dunia pada Minggu (19/3/23) malam di Sragen.

Kabar meninggalnya Syabda dan sang ibunda menjadi duka mendalam bagi keluarga, PBSI, masyarakat Indonesia, dan pencinta bulutangkis seluruh dunia.