x

Istora Senayan Bakal Penuh Penonton, Motivasi Anthony Ginting Berlipat

Selasa, 31 Mei 2022 16:55 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Prio Hari Kristanto
Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sangat antusias menatap dua event bulutangkis di Indonesia, Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022. Foto: PBSI

INDOSPORT.COM - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sangat antusias menatap dua event bulutangkis di Indonesia, Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022. Pasalnya, kejuaraan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta itu bakal dihadiri penonton.

Ya, dua event bulutangkis tersebut memang bakal kembali dihelat dengan adanya penonton langsung. Indonesia Masters akan dimulai pada 4-12 Juni sementara Indonesia Open 14-19 Juni mendatang.

Baca Juga

Dengan kembalinya ada penonton, Ginting mengaku termotivasi dengan teriakan suporter di Istora. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tersendiri baginya.

"Pastinya ya jadi motivasi karena sudah cukup lama, mungkin dua tahun lebih tidak main di Istora dan tidak main di depan banyak pendukung," buka Ginting saat ditemui di Jakarta.

"Yang pasti kangen juga atmosfer kaya gitu," tambah Ginting.

Baca Juga

Namun Ginting tak menampik bahwa dirinya juga harus beradaptasi lagi dengan hadirnya penonton. Pasalnya, gaya mendukung pencinta bulutangkis Tanah Air berbeda dari negara-negara lainnya.

"Coba-coba ingat lagi karena yang pasti harus bisa mengatur dengan baik, harus bisa kontrol dengan baik ketika di lapangan karena waktu ada teriakan dari penonton pasti ada pengaruh juga," terang Ginting.

Demi menyiasati rasa grogi, Ginting pun berusaha bermain enjoy. Selain itu, dia akan menikmati setiap pertandingan yang dilewatinya.

Baca Juga

"Jadi lebih bawa enjoy saja karena pasti penonton berharap saya main bagus juga. jadi ya coba buat nikmati saja setiap pertandingan," pungkasnya.


1. Sudah Siapkan Senjata Rahasia Demi Rajai Indonesia Masters 2022

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting di laga final Piala Thomas 2022. Foto: PBSI

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting ingin kembali menjadi yang terbaik di ajang Indonesia Masters 2022. 

Ginting pun siap mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Anthony Ginting memang akan tampil di Indonesia Masters 2022 yang berlangsung pada 4-12 Juni di Istora Senayan.

Baca Juga

Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu sejatinya sempat menjadi yang terbaik dalam event BWF World Tour 500 ini. Yakni pada edisi 2018 dan 2020.

Sayang di tahun 2021, Anthony Ginting harus merelakan gelar juaranya ke tunggal putra asal Jepang, Kento Momota.

Dalam ajang yang berlangsung di Bali itu, Anthony Ginting langsung terhenti di babak pertama Indonesia Masters 2021.

Baca Juga

Saat itu, Anthony Ginting selaku unggulan kelima, secara mengejutkan takluk dari tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Dia kalah dalam pertarungan rubber game 21-19, 14-21, 13-21.

Di tahun ini, Ginting kembali berhadapan dengan Kunlavut di putaran pertama. Ginting pun ingin membalas kekalahan dia.

Namun bagi dia persaingan di tunggal putra saat ini sangat ketat. Ia ingin memperbaiki penampilan agar lebih baik sampil mengincar poin demi ranking.

"Dari performa hal itu akan berpengaruh ke peringkat, pasti semua pemain ingin ranking tinggi. Saat ini persaingan memang merata. Ranking 20 besar dunia persaingan sangat ketat," ucap Ginting.

Baca Juga

Terkait persiapan pun, Ginting mengaku memiliki persiapan khusus di mana dia akan peningkatan fisik dan teknik bermain.


2. Dikritik Habis-habisan Taufik Hidayat

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting dalam laga Thomas Cup 2022. Foto: PBSI

Penampilan tunggal putra Indonesia mendapatkan kritik tajam dari legenda bulutangkis Taufik Hidayat. Dia menyoroti prestasi yang semakin menurun.

Kritik Taufik Hidayat bukan tanpa dasar, yakni lantaran sektor tunggal putra yang sudah lama tak menjuarai turnamen BWF series super 1000.

“Tunggal putra kalau bisa dibilang ya semakin menurun. Dalam arti, kita saja pelatih tunggal putra tidak punya. Sebenarnya banyak pelatih, tapi pertimbangannya apa kan mereka yang tahu,” kata Taufik Hidayat.

“Kalau dilihat tunggal putra tahun kemarin Piala Thomas, kalau (juara) series (turnamen BWF World Tour) juga kan bukan yang level Super 1000,” jelasnya.

"Tahun ini jeblok. Harusnya beberapa pemain prestasinya di Super 1000, dan bersaing dengan top player," imbuh peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut.

Terkait kritik ini, tunggal putra bulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting memberikan respons. Dia mengakui belum bisa memenuhi target PBSI.

Baca Selengkapnya: Dikritik Habis-habisan Taufik Hidayat, Begini Reaksi Berkelas Anthony Ginting

Anthony Sinisuka GintingIndonesia MastersAnthony GintingBulutangkisBerita BulutangkisIndonesia Masters 2022

Berita Terkini